You’re Mine

Title : You’re Mine

Author : ilmacuccha

Cast : Kim Jonghyun SHINee, Kim Gwiboon (Key SHINee as a girl here), Lee Jinki SHINee, Lee Taemin SHINee, Jung Jessica SNSD

Genre : Romantic, AU

Rate : PG 13

Disclaimer : plot milikku, Jonghyun milikku, sisa castnya milik orangtua mereka masing-masing.

NB : NOT FOR SILENT READERS !!

 

Kim Gwiboon P.O.V

 

“aku menyukaimu’ ucapku ragu-ragu pada namja pirang yang sekarang berada didepanku ini.

“huh?” tanyanya. Aku menelan ludah, Gwiboon bodoh! Kenapa kau menyukai namja seperti dia sih?

“mian,” aku kaget mendengarnya. Aku baru dengar kalau namja ini bisa mengucapkan kata maaf pada orang.

“ah, gwenchana, tapi kita teman kan?” tanyaku hati-hati.

“hmmh,” gumamnya sambil melengos pergi.

“aku anggap itu jawaban iya!” ucapku. Aku berjongkok, menelungkupkan kepalaku diantara kedua lututku.

“hiks,” ya, aku menangis, untuk namja yang berandalan itu, ini sudah hampir ketiga kalinya aku ditolaknya. Entah kutukan apa yang mmenghampiriku sampai-sampai aku bisa menyukainya.

“Gwiboon noona?” tanya seorang namja imut yang ikut-ikuta berjongkok, aku menatapnya.

“Taemin!” teriakku sambil memeluknya.

“sshh, uljima noona, uljima,” ucapnya berusaha menenangkanku.

“hiks,hiks,” ini mungkin ketiga kalinya pula Taemin menjadi sandaranku saat namja itu menolakku, ya, saat Kim Jonghyun menolakku.

“ssshhh, uljima, sudah kubilang, noona jangan menyukainya lagi, dia hanya akan menyakiti noona saja, jebal,” ucap Taemin disela-sela elusan tangannya di rambutku.

“a-aku tak bisa, a-ku, ta-k bisa Taemin-ah!” jawabku.

Hari itu pun sama seperti hari saat aku menyatakan perasaanku pada namja yang bernama Kim Jonghyun itu.

 

Normal P.O.V

 

Keesokan harinya, semua berjalan seperti biasa. Kim Gwiboon, yeoja berambut coklat dikuncir dua itu memasuki sekolah dengan wajah yang lesu. Hampir semua orang sudah mengetahui, jika Gwiboon seperti itu oasti ada hubungannya dengan Jonghyun.

“Gwiboon-ah, gwenchana?” tanya Jinki. Dia adalah ketua OSIS SME High School. Gwiboon hanya mengangguk.

“sudah kukatakan Gwiboon-ah, jangan menyukai namja seperti itu, aku menyukaimu Gwiboon-ah, kenapa kau tak pernah menggubrisku?” tanya Jinki dengan penuh harap.

“mian, Jinki-sshi, aku tak bisa,” jawab Gwiboon masih dengan nada yang lesu. Ini adalah ketiga kalinya Jinki menyatakan perasaannya, dan tiga kali pula Jinki ditolak oleh Gwiboon. Gwiboon pun memasuki kelasnya dengan langkah lesu, menatap semua murid yang berada disana.

“ah! Jonghyun-sshi!!!!” teriak Gwiboon girang.

“walaupun sudah bersedih, jika bertemu Jonghyun, Gwiboon selalu ceria lagi ya?” gumam seorang murid ketika mendengar teriakan Gwiboon.

“annyeong Jonghyun-sshi,” ucap Gwiboon malu-malu.

“ehm, annyeong,” jawab Jonghyun smabil sedikit memberikan senyuman pada Gwiboon.

“ah! Jonghyun tersenyum padaku!” teriak Gwiboon.

“Gwiboon, bisakah kau tenang dan kembali duduk ditempatmu?” tanya Cho Seonsaengim. Gwiboon menunduk malu kemudian duduk disamping bangku Jonghyun.

“Jonghyun-sshi kau memang tampan,” gumam Gwiboon disela-sela aktivitasnya sehari-hari, yaitu memperhatikan Jonghyun.

 

Kim Gwiboon P.O.V

 

“Jonghyun-sshi, aku membawa bekal untukmu!” teriakku. Hampir semua mata tertuju padaku. Ah, aku tak peduli.

“ini, makan ya,” ucapku sambil memberikan kotak bekal makanan siang untuk Jonghyun yang kubuat sendiri.

“gomawo, Gwiboon-sshi.” Ucapnya sangat pelan. Tapi aku bisa mendengarnya, suara Jonghyun memang indah, batinku.

“Gwiboon-ah!” panggil seorang namja dari kejauhan. Aku berbalik.

“Jinki-sshi?” tanyaku. Dia kemudian menggemgam tanganku dan menarikku ke taman belakang sekolah.

“kau, masih menyukai Jonghyun?” tanyanya ragu. Aku mengangguk pasti.

“tentu saja Jinki-sshi!” jawabku semangat. Kulihat tatapan sayu dari Jinki padaku.

“mian Jinki-sshi, aku memang menyukaimu, tapi aku hanya menganggapmu sebagai sahabat,” ucapku.

“sudahlah, kuperingatkan, sebaiknya kau berhenti menyukai Jonghyun, dia kan sudah mempunyai yeojachingu,” ucap Jinki yang langsung membuatku kaget.

“m-maksudmu?” tanyaku. Gwiboon kau jangan percaya! Kau sudah ditakdirkan untuk Jonghyun! Batinku.

“kemarin aku melihat dia sedang berjalan di mall dengan seorang yeoja, dan yang kita tahu, Jonghyun dia tak mempunyai kakak perempuan kan??” jelas Jinki dengan yakin.

“itu bohong! Aku tak percaya!” jawabku.

“ya sudah, tapi aku hanya memperingatkanmu,” ucapnya sambil menjauh dariku. Aku hanya terdiam, ‘Jonghyun, tak mungkin! Kau tak usah percaya pada Jinki’ batinku.

Aku pun kembali ke kelas, kudapati Jonghyun sedang memakan bekalku. Aku menghampirinya,

“otte?” tanyaku.

“enak,” ucapnya sambil meneruskan makannya.

“err, Jonghyun, kau punya kakak perempuan tidak?” tanyaku.

“memangnya kenapa? Bukannya kau juga sudah tahu, kalau aku tak punya kakak perempuan,”jawabnya. ‘Lalu siapa perempuan yang dibilang Jinki?’ pikirku.

“wae?” tanya Jonghyun dengan nada dingin, sepertinya tak perlu kukatakan lagi, Jonghyun memang selalu berkata dengan dingin dan sinis.

“ani, kau tahu Jonghyun, aku akan selalu menyukaimu!” ucapku sambil segera keluar kelas.

 

Kim Jonghyun P.O.V

 

“ani, kau tahu Jonghyun, aku akan selalu menyukaimu!” ucapannya sekarang terngiang-ngiang dikepalaku. Ah! Jonghyun kenapa kau memikirkannya sih? Sudah! Gwiboon memang cantik, tapi aku… aku tak menyukainya, tapi entah kenapa sekarang aku malah menjadi lembut padanya.

“ya, Jonghyun, kau kenapa?” tanya seorang yeoja disebelahku.

“ani, ayo chagi,” ajakku. Ya Jonghyun, kau harus melupakan Gwibon kau kan sudah mempunyai yeojachingu, kau harus bisa melupakan Gwiboon, Jonghyun, harus.

“chagi, kau kenapa, daritadi melamun terus.” Tanya yeoja berambut pirang yang ada disebelahku. Dia Jessica, yeojachinguku.

“ani chagi, aku hanya kelelahan,” jawabku sambil mengacak-acak rambutnya. Dia mengerucutkan bibirnya, lucu sekali seperti Gwiboo-ah! Jonghyun! Berhenti memikirkan Gwiboon!!

“kau mau pesan apa chagi?” tanyaku. Dia terlihat memilih,

“ice cream strawberry saja,” jawabnya. Aku pun berdiri, dan memesan pesananku ke meja pesanan.

“eh, Jonghyun-sshi?” tanya seorang yeoja. Aku menoleh,

“Gwiboon?” ucapku kaget.

“kau sedang apa disini?” tanyanya.

“ani, aku-“

“chagi!” Jessica memanggilku disaat yang tak tepat. Kulihat mata Gwiboon terbelalak.

“ka-kau,” ucapnya parau. Aku bisa melihat buliran-uliran air mata disudut matanya yang sudah siap jatuh.

“aku-,” perkataanku dipotong oleh Jessica.

“annyeong, kau temannya Jonghyun, Jung Jessica imnida, pacarnya Jonghyun,” ucap Jessica. Sial! Kenapa aku takut seperti ini sih?

 

Kim Gwiboon P.O.V

 

Hari ini umma menyuruhku berbelanja, ah! Menyebalkan! Kenapa harus aku yang belanja sih? Sebelum aku belanja kuputuskan untuk membeli ice cream dulu. Aku pun memasuki café yang berada dekat dengan mall. Baru saja aku masuk, mataku tertuju pada seorang namja berambut pirang yang sedang berada di meja pesanan. Itu Jonghyun!!

“eh, Jonghyun-sshi?” tanyaku.

“Gwiboon?” ucapnya cukup kaget dengan kedatanganku.

“kau sedang apa disini?” tanyaku.

“ani, aku-,” ucapan Jonghyun terpotong oleh teriakan seorang yeoja yang membuat hatiku seperti tertusuk pedang yang sangat panjang.

“chagi!” Kupandangi yeoja itu, dia sam-sama berambut pirang seperti Jonghyun, dia juga cantik dan langsing.

“ka-kau,” ucapku parau. Ani Gwiboon! Kau tak boleh menangis!!

“aku-,” lagi-lagi yeoja itu memotong ucapan Jonghyun.

“annyeong, kau temannya Jonghyun, Jung Jessica imnida, pacarnya Jonghyun,” ucapnya. Sepertinya aku tak akan mampu menahan air mataku.

“eh, Jonghyun-sshi, Jessica-sshi, aku pamit dulu, annyeong,” ucapku sambil berusaha menutup wajahku yang sekarang sudah basah. Jonghyun! Kau! Argghh!!

Aku memutuskan untuk langsung pulang, sepertinya aku akan menangis semalaman lagi.

 

Kim Jonghyun P.O.V

 

“kenapa kau selalu memotong perkataanku?” tanyaku kesal.

“memangnya kenapa? Aku memang pacarmu kan?” jawabnya dengan santainya.

“ya, kau memang pacarku, tapi dulu, sekarang kita PUTUS! Mengerti?! PUTUS!” ucapku sambil meninggalkan Jessica yang masih kaget dengan perkataanku barusan. Kenapa aku jadi uring-uringan seperti ini sih?! Bukannya kau tak suka Gwiboon?! Kenapa kau takut Gwiboon mengetahui hubunganmu dengan Jessica? Aku menyadari, hanya ada satu jawaban dari semua pertanyaanku, AKU MENYUKAI  KIM GWIBOON !!

Aku memutuskan untuk mengejar Gwiboon, tapi sudah tak ada tanda-tanda keberadaannya disini,

“sepertinya dia sudah pulang,” gumamku. Aku pun memutuskan untuk berbicara padanya besok.

 

Normal P.O.V

 

Kali ini Kim Jonghyun memasuki ruang kelas dengan lesu. Baru saja dia akan masuk, tangannya ditarik seseorang dan sebuah bogem mentah mendarat dengan pas di pipi mulus Jonghyun.

“ya! Apa maksudmu?!” tanya Jonghyun garang saat mengetahui yang memukulnya adalah Taemin.

“ya! Hyung! Harusnya aku bertanya! Apa maksudmu sampai membuat Gwiboon noona mengangis HAH?!” jawabnya geram.

“ya! Bodoh! Kau tak usah ikut campur!” teriak Jonghyun sambil berusaha berdiri.

“itu urusanku! Kau yang BODOH hyung!!” teriak Taemin semakin geram. Dia pun mulai kehilangan kendali dan memukuli Jonghyun dengan bertubi-tubi. Jonghyun yang tak mau kalah membalas pukulan Taemin dengan menendangnya hingga Taemin pun tersungkur.

“CUKUP!!!” teriak seorang yeoja dari kejauhan.

PLAAKK

Dia menampar Jonghyun dengan sangat keras,

“JANGAN GANGGU TAEMIN DAN AKU LAGI!!” teriaknya sambil memapah Taemin keruang kesehatan.

“ya! Gwiboon! Tunggu! Dengarkan aku dulu! Gwiboon-sshi!!” panggil Jonghyun.

“Aku BENCI KAU KIM  JONGHYUN!!” teriak Gwiboon dikejauhan. Hal ini langsung membuat orang yang menyaksikan perkelahian tadi bertanya-tanya.

“kudengar, Gwiboon melihat Jonghyun sedang bersama seorang yeoja ketika di café,” ucap seorang siswa yang langsung mendapat perhatian dari siswa lainnya.

“SIALAN!!” Gerang Jonghyun sambil memukul tembok yang ada disebelahnya.

 

Kim Gwiboon P.O.V

 

“argh,” erang Taemin saat aku mengobatinya di ruang kesehatan.

“mian, gwenchana Taemin-ah?” tanyaku.

“gwenchana, tapi sakit noona,” jawabnya.

“Jonghyun keterlaluan, akan kuhajar dia nanti!” ucapku sambil terus mengobati Taemin.

“noona, gwenchana?” tanya Taemin cemas.

“tentu saja, aku tak apa kok Taemin,” ucapku. Sial air mataku sepertinya tak mau berkompromi dengan ucapanku. Aku bisa merasakan ada sesuatu yang mengalir di pipiku.

“noona, kalau ingin menangis, menangislah!” ucap Taemin yang langsung membuat tangisanku semakin menjadi.

“aku melihatnya Taemin, d-dia bersama gadis,” ucapku sesenggukan.

“sshh, uljima, aku tahu noona sangat menyukai Jonghyun hyung kan? Kalau hanya karena dia bersama gadis lain masa kau menyerah begitu saja,” ucapnya.

“mwo? Bukannya kau tak suka aku menyukai Jonghyun? Kenapa kau sekarang malah mendukungku?” tanyaku. Dia terkekeh pelan

“ani, aku juga pernah merasakan bagaimana rasanya menyukai seseorang,” jawabnya.

“haha, tapi bagaimana? Dia kan sudah mempunyai yeojachingu, dia bahkan lebih cantik dariku,” ucapku lemas.

“sudahlah! Noona kau harus semangat! Tapi menurutku sebaiknya noona jangan memperlihatkan perasaan noona pada Jonghyun hyung,” ucap Taemin.

“maksudmu?” tanyaku bingung.

 

Kim Jonghyun

 

Hari ini aku kabur dari sekolah, aku ingin menenangkan diriku dulu. Apa Gwiboon benar-benar membenciku ya? Kau tahu setelah kupikir-pikir, kata-katanya yang selalu bisa membuatku tersenyum. Aku suka saat dia mengatakan ‘aku akan selalu menyukaimu’, aku suka saat dia membuatkan bekal untukku, aku suka saat dia memperhatikanku saat yang lain belajar, aku suka semua yang dia lakukan padaku. AKU SUKA…!!

Aku terus berjalan dijalanan Seoul yang cukup ramai ini, entah kenapa kakiku malah masuk ke toko perhiasan, aku berpikir, sepertinya tak buruk juga.

 

Kim Gwiboon P.O.V

 

“Gwiboon-ah?” tanya seorang namja yang kutebak adalah Jinki.

“wae?” tanyaku.

“gwenchana? Kudengar kau melihat Jonghyun dengan seorang gadis?” tanyanya ragu.

“gwenchana, gomawo sudah mencemaskanku,” jawabku.

“Gwiboon-sshi, besok datanglah ke taman belakang sekolah, oke? Aku akan selalu menunggumu!” ucapnya sambil menjauh dariku. Bagaimana ini? Apa aku terima saja Jinki? Tapi tak mempunyai perasaan apapun padanya, aku hanya menganggapnya sebagai sahabatku saja. Jonghyun, apa aku tak bisa diperhitungkan untuk bisa menjadi pacarmu?

Kuputuskan besok aku akan datang ke taman, nasihat Taemin sepertinya tak akan kulakukan, aku sudah terlalu sakit oleh Jonghyun.

‘noona, kau sangat mencintai Jonghyun hyung kan? Harusnya kau berusaha mendapatkannya!’ kata-kata Taemin masih terngiang-ngiang dikepalaku. Ani! Aku harus melupakan Jonghyun! Aku harus!

*********

 

Normal P.O.V

 

Hari ini seperti biasa Kim Gwiboon datang kesekolah dengan langkah yang lesu. Dia melangkah gontai menuju kelas, dan mendapati Jonghyun tak ada ditempatnya. Ani! Gwiboon kau harus melupakan Jonghyun!!!

“hari ini Jonghyun tak sekolah, dia katanya sakit,” ucap seorang murid padaku.

“aku tak peduli,” jawabku. ‘sakit? Sakit apa?’ Uh! Gwiboon! Ingat! Jangan mangingat namja itu lagi!! Namun entah kenapa dipikiranku yang ada hanya Jonghyun, bahkan sampai di jam terakhir sekolah batang hidung dari namja pirang itu tak muncul juga.

Aku melangkah gontai keluar kelas, ah! Jinki! Aku ingat dia menungguku di taman belakang sekolah! Aku memutuskan untuk pergi ke taman belakang.

“Gwiboon, kau mau kemana?” tanya seseorang padaku.

“taman belakang,” ucapku sambil berlari-lari kecil.

 

Kim Jonghyun P.O.V

 

Aku harus mengatakannya sekarang juga! Jangan sampai si ketua OSIS sialan itu mendahuluiku! Aku bergegas berlari dari toko perhiasan yang kupaksa membuat perhiasan dalam waktu satu hari. Sial! Sekarang sudah bel pulang, dimana yeoja kuncir dua itu?

Aku menerobos lautan *?* siswa yang menuju gerbang, sambil terus bertanya ‘kau melihat Gwiboon?’ sudah hampir 15 menit aku mencari Gwiboon. Argh! Bagaimana ini? Bagaimana kalau dia bersama si ketua OSIS sialan itu?! Aku mengacak rambutku frustasi.

“eh, Jonghyun-sshi?” tanya seorang yeoja padaku. Aku menoleh

“kau mencari Gwiboon?” tanyanya.

“ya, kau tahu dia dimana sekarang?” tanyaku berapi-api padanya.

“engh, tadi dia bilang mau ke taman belakang dulu,” jawabnya.

“gomawo,” ucapku sambil melesat pergi ke taman. Namun seseorang menghadangku,

“Taemin! Minggir dari situ!” teriakku garang. Namja imut itu masih saja bertengger didepanku tanpa bergeser 1 centi pun.

“bodoh! Cepat minggir!” ucapku sambil mendorong tubuh Taemin hingga dia tersungkur.

“ya! Hyung! Mau apa kau kesana?! Kau mau menyakiti Gwiboon noona lagi?!” tanyanya berteriak. Aku berhenti.

“bodoh! Bukan urusanmu!” jawabku sambil terus melangkahkan kakiku menuju taman belakang sekolah.

“ya! Hyung! Kau akhirnya sadar kan? Kalau kau juga menyukai Gwiboon noona?!” pertanyaan Taemin membuatku berbalik dan menatapnya yang terduduk samil memegangi pundaknya yang mungkin sakit akibat benturanku.

“kau! Sudah kubilang bukan urusanmu!” ucapku sambil kembali berjalan menuju taman.

“kau tahu hyung? kau tak pantas dengan Gwiboon noona, kau sudah menyakitinya! Aku tak akan membiarkanmu!” teriak Taemin. Aku mengerang pelan, dan berbalik menuju tempat taemin duduk, aku mengangkat kerah bajunya.

“kalau aku memang suka Gwiboon bagaimana huh?! Kalau aku bilang AKU MENCINTAI GWIBOON bagaimana?!” ucapku didepan mukanya. Taemin menoleh kebelakangku, aku ikut menoleh dan mendapati seorang yeoja sedang menganga mendengar perkataanku.

“yeah, chukkae hyung,” gumam Taemin pelan.

“Jonghyun?” tanyanya kaget.

 

Kim Gwiboon P.O.V

 

“Saranghae, Gwiboon-ah,” ucap Jinki sambil memberikan sebuket bunga padaku, aku tak percaya dia melakukan ini padaku, dia membuat taman belakang menjadi tempat romantis untukku.

“a-aku,” kalimatku terputus ketika aku mendengar teriakan aneh dilorong yang menggema sampai ke taman belakang. Aku pun tercengang ketika melihat Jonghyun tengah memegang kerah Taemin sambil berkata

“kalau aku memang suka Gwiboon bagaimana huh?! Kalau aku bilang AKU MENCINTAI GWIBOON bagaimana?!” Aku menutup mulutku, Jinki yang ada dibelakangku hanya menunduk pasrah.

“Jonghyun?” ucapku, dia langsung menoleh kaget dan melepaskan cengkramannya dari baju Taemin.

“i-itu, yang kau katakan be-benarkah?” tanyaku gugup. Aku berharap ia berkata iya, Dia terlihat linglung kemudian berjalan kearahku.

“mana tanganmu?” tanyanya masih dengan ekspresi yang datar. Aku mengangkat tanganku kemudian dia menyimpan sesuatu yang berkilauan ditanganku.

“kalung?” tanyaku. Aku mengangkat kalung itu, beerbentuk love dan terukir seseuatu di tengahnya.

“Gwijong?” tanyaku. Dia menunduk, kurasa dia malu, haha! Aku berhasil membuat seorang Kim Jonghyun malu!

“ya, Gwiboon dengarkan aku, aku hanya mengatakan hal ini sekali padamu, kau tahu jagan katakan kata suka pada siapapun kecuali aku, Saranghae Gwiboon-ah,” ucapnya sambil mengecup pipiku.

“ha? Ka-kau bisa mengulanginya?” pintaku penuh harap.

“sudah kubilang hanya sekali!” ucapnya kemudian memelukku.

“saranghaeyo,” bisiknya ditelingaku. Aku sudah tak bisa menahan perasaanku, aku memeluknya erat, aku juga bisa merasakan degupan jantung kami yang semakin berpacu dengan cepat.

“ehem,” kudengar Taemin berdehem. Aku pun langsung melepaskan pelukanku.

“chukkae, ternyata Gwiboon memang bukan takdirku,” ucap Jinki pelan.

“ayolah Jinki, jangan seperti itu! Kau harus semangat!!” ucapku berusaha menyemangati Jinki. Dia hanya tersenyum.

“noona, chukkae!” teriak Taemin sambil memelukku.

“gomawo Taemin-ah!” ucapku.

“ehem,” sekarang kudengar Jonghyun berdehem pelan.

“ya! Hyung! Kau mau memonopoli Gwiboon noona sendirian?! Sirheo!” ucap Taemin.

“tentu saja, dia kan milikku, she’s mine Taemin,” ucapnya dengan senyum liciknya.

“mwo?” ucapku kaget.

“yeah, you’re mine Gwiboon,” ucapnya. Dan sekarang aku merasakan sesuatu yang lembut mendarat dibibirku.

“saranghae,” ucap Jonghyun lagi sambil melepas ciumannya.

“aigoo, mukamu merah chagi,” ucapnya sambil tertawa.

“salahmu bodoh!” ucapku sambil menunduk malu.

“tapi kau tetap menyukai aku yang bodoh ini kan?” ucapnya yang langsung membuat wajahku seperti kepiting rebus.

“awas kau JONGHYUN!!” teriakku.

 

-epilog-

 

Kim Jonghyun P.O.V

 

Aku melangkahkan kakiku dengan ceria menuju sekolah, haha, tak sabar bertemu denganmu chagi!

“ehem…”

“suit-suit!”

“chukkae, Jonghyun,”

“hihihi,”

Sejak aku masuk sekolah, sudah banyak orang yang berkata seperti itu, sial! Apa Gwiboon menyebarkannya? Aku aku tak apa sih kalau orang tahu kalau aku berpacaran dengan Gwiboon, tapi yang aku masalahkan adalah cara Gwiboon menyebarkannya, dia kan yeoja gila!

Baru saja aku melangkahkan kakiku ke kelas,terdengar suara siulan dari beberapa siswa dan tatapan geli dari yeoja dikelasku. Memangnya ada apa sih?”

“ya, Gwiboon dengarkan aku, aku hanya mengatakan hal ini sekali padamu, kau tahu jagan katakan kata suka pada siapapun kecuali aku, Saranghae Gwiboon-ah,”

“suit-suit!!” aku meoleh dan melihat rekaman yang sedang diputar dikelas, dan sialnya terpampang jelas saat aku mencium Gwiboon.

“SIALAN!! SIAPA YANG MELAKUKAN INI?!” ucapku marah. Aku melihat disudut Taemin sedang tersenyum geli dan memandang padaku seolah berkata bagus-kan-hyung-rekaman-nya?

“Taemin kesini kau!!” teriakku garang. Tiba-tiba seseorang menarikku dan sesuatu menyentuh bibirku lembut, dia Gwiboon. Siulan dan riuhan tak jelas dari semua orang semakin menjadi saat melihat dengan jelas Gwiboon memciumku.

“aku menepati janjiku kan, aku akan selalu menyukaimu Kim Jonghyun,” ucapnya sambil memelukku.

“yah, You’re Mine baby,” bisikku ditelinganya.

 

Advertisements

9 comments on “You’re Mine

    • gomawo~
      ne chingu, ceritanya disini si key jadi cewek,
      pernah liat shinee school rock?
      nah disana ada si key pas act jadi cewek, nama ceweknya kim gwiboon,
      hehe,
      gomawo udh mampir~!

  1. nyahahahahah~~ *dtg2 cengengesan*
    sbnrnya agak geli ngebayangin Key jadi cewe tapi gpp deh drpd cewenya org laen XD
    si Jjong mah so sweet kali yah >.<
    nice FF 😉

  2. assdfghjkl ♥
    Sumpah ya ff nya keren banget so sweet ~! XD
    Tapi kasian ya Onew nya, semoga cepet dapet yg baru deh. hehe .__.
    aku kira taemin itu suka sama Gwibon, tapi ternyata enggk. 😀
    aa sekali lagi ff nya keren banget ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s