Horoscope Couple

 

Title : Horoscope Couple

Author : ilmacuccha

Cast : SHINee Kim Jonghyun, f(x) Choi Sulli, f(x) Amber, f(x) Krystal, SHINee Key

Genre : Romantic, AU

Rate : PG 13

Disclaimer : plot punyaku, begitu pula dengan Jonghyun #plak, sisanya punya orang tua masing-masing.

NB : Kim Jonghyun – 08 April (Aries), Choi Sulli – 29 Maret (Aries), Amber Liu – 18 Sept (Virgo), Krystal Jung – 24 Okt (Scorpio), Key – 23 Sept (Libra)

 

NOT FOR SILENT READERS !!

Sulli P.O.V

 

“Sulli! Sulli-ah!” panggil Amber saat aku baru saja memasuki kelas.

“Bintangmu apa?” tanyanya semangat.

“Uhm, molla, aku lupa,” jawabku.

“Bodoh! Yang benar dong! Tunggu, Aries ya?” ucapnya sambil kembali ke mejanya dan mengambil majalah mingguan yang selalu berisi ramalan bintang.

“Uhm, bagus-bagus,” gumamnya tak jelas.

“Apa sih?” tanyaku. Dia melirikku aneh,

“Aries, kesehatan baik, keuangan lumayan, cinta… akan ada yang menyatakan cintanya padamu bulan ini!!” teriak Amber girang.

“Hah? ramalan itu hanya bualan bodoh,” ucapku.

“Bodoh! Kau yang bodoh! Jangan menganggap enteng ramalan! Uhm, kira-kira siapa ya yang akan menyatakan cintanya padamu?” gumam Amber sambil memegang dagunya.

“Sudahlah, jangan dipikirkan!” ucapku sambil mencari-cari mp4-ku.

“Uhmm, jangan-jangan Jinki oppa? Ah! Atau si imut Taemin?? Jangan-jangan si cerewet, si umma, si botak, si jelek, si centil Key?!” teriak Amber histeris saat mengatakan nama ‘Key’.

“Apa kau cewek jadi-jadian!” umpat Key kesal.

“Huh! Atau si Minho?” ucap Amber sambil sedikit berbisik.

“Ya! Kau beruntung sekali kalau Minho yang akan menjadi namjachingumu,” ucap Amber sambil memegang tanganku.

“Hya! Kau seperti yang lesbi saja sih!” umpatku. Sedangkan Amber cuma nyengir gak jelas.

“Atau, si kuning-pirang-coklat itu?” ucap Amber lagi sambil duduk disebelahku.

“Ya! Bodoh! Maksudmu si padang pasir itu? Ih! Ogah!” ucapku sambil mengendikkan bahuku.

“Ne, si bule gak jadi itu,” ucap Amber sambil memasang muka horror.

“Itu tak mungkin, lagian ka-,”

“Hei semua! Eh, hei bego!” sapa seorang namja berambut coklat kehitam-hitaman sambil segera duduk di kelas, dan mulai ngerumpi dengan sobatnya.

“Tuh kan sudah kubilang, TAK MUNGKIN,” ucapku sambil memberi penekanan di kata terakhir.

“Oh ya, pagi BUSUK!” ucapku sambil melambaikan tangan ke namja yang bernama Kim Jonghyun yang sudah mewarnai rambutnya dengan warna yang normal itu. Dia hanya mencibir pelan, kemudian kembali berdiskusi dengan kawanannya itu.

“Ya! Sulli-ah, kau memang tak bisa akur dengan Jonghyun ya?” tanya Krystal dibelakangku. Diikuti dengan anggukan Amber.

“Hah? aku dengan si busuk itu? Ogah!” ucapku sambil kembali melihat video yang sedang diputar di mp4-ku.

“Lha? Kau tahu Sul-ah, kau sudah jadi couple terpopuler di sekolah kita ini!” ujar Krystal.

“Maksudmu?” tanyaku sambil mulai terbawa pada arus pembicaraan ini.

“Ya, kau dan Jonghyun sudah terkenal dengan sebutan B Couple,” jawab Krystal sambil mendekatkan tempat duduknya ke dekatku.

“Hah? B Couple?” tanyaku lagi.

“Ya, B Couple,” jawab Krystal.

“Artinya apa sih?” tanyaku. Krystal melirik Amber ragu, dan dijawab dengan anggukan pasti dari Amber.

“Bego+Busuk Couple,” jawab mereka berbarengan. Aku hanya bisa menganga medengarnya.

“Huh, orang bodoh mana yang membuat sebutan seperti itu, seperti tidak ada kerjaan saja,” ujarku.

“Sebenarnya Amber yang menyebarkannya,” jawab Krystal polos. Aku menoleh ke Amber, sedangkan dia hanya menatapku sambil menggulung-gulung ujung poninya.

“Huh,” cibirku.

“Habis, kalian dekat sekali, walaupun seperti anjing dan kucing tapi selalu dekat seperti sepasang kekasih, ditambah sebutan kalian yang khas itu,” bela Amber.

“Ah! Sudah! Victoria seonsaengim sudah datang!” teriak Krystal sambil merapihkan bangkunya. Aku kembali terngiang-ngiang dengan kata-kata Amber yang terakhir, sampai-sampai tak memperhatikan pelajaran Fisika yang disampaikan Victoria seonsaengim.

“Ah! Sulli katanya bisa mengerjakannya seonsaengim!” suara Jonghyun bisa terdengar sampai aku terbangun dari khayalanku.

“Mwo?” ujarku bingung.

“Ya! Ayo Sulli, kau kedepan! Kerjakan soal yang ada didepan itu!” perintah seonsaengim.

“M-mwo?!” ucapku kaget. Shit! Si busuk itu! Awas kau!

“Ada apa lagi, kau ingin dikeluarkan atau?” ancam Victoria seonsaengim sambil memasang muka killernya.

“Ah, ne, ne seonsaengim,” ucapku sambil terpaksa maju dan mengerjakan yang satu titik pun tak aku mengerti.

“Dasar busuk,” umpatku pelan sambil kembali berkutat dengan soal yang bisa membuatku mati sekejap.

“Bagaimana Nona Choi Sulli, apakah anda bisa mengerjakan soal yang sudah terpampang jelas itu?” tanya Victoria seonsaengim. Sial! Sulli, tamatlah riwayatmu!

“Eh, t-tidak seonsaengim,” jawabku sambil senyum ketakutan yang amat sangat.

“Oh, itu sangat bagus, saya punya dua pilihan untukmu Nona Choi Sulli, anda harus memperhatikan pelajaranku atau anda akan MELAMUN DI KELAS DAN DIKELUARKAN DARI PELAJARANKU!” ucap Victoria seonsaengim ganas. Aku hanya menelan ludah dan sangat ingin menelan si busuk Jonghyun yang membuatku seperti ini.

“Sa-saya akan memperhatikan pelajaran seonsaengim,” jawabku takut.

“Oh tidak bisa, sekarang saya punya tiket VIP untukmu, silahkan berdiri diluar sampai pelajaran saya selesai dan ikut saya ke kantor setelah pelajaran selesai, silahkan keluar Nona Choi Sulli yang terhormat,” ucapnya dengan tersenyum. Aku hanya menghela nafas dan dengan berat hati berdiri di luar kelas.

“Busuk sialan,” umpatku pelan.

*****

Aku langsung memasuki daerah kantin, saat aku baru saja keluar dari ruang guru dan diberi ceramah yang sangat paaaaaanjaaaaaang oleh Victoria seonsaengim. Aku memandangi tempat duduk yang diduduki Amber, dan sialnya ada si pirang busuk dan kawannya. Aku pun memutuskan duduk di sebelah Amber sambil menatap ganas pada Jonghyun.

“Bagaimana tiket VIP-nya Nona Sulli yang terhormat?” tanya Jonghyun meledek.

“Sialan kau busuk!” umpatku sambil melempar Jonghyun dengan irisan tomatnya.

“Ehm, anu, aku boleh bergabung dengan kalian?” tanya Krystal sambil tersenyum.

“Tentu saja,” jawab Key dengan ramahnya. Disambut dengan cibiran dari Amber.

“Kau tahu inilah bedanya antara wanita dan betina, wanita itu seperti Krystal, permisi dulu saat akan bergabung dengan orang. Sedangkan betina, seperti nona Sulli yang terhormat ini, yang langsung duduk saja tanpa permisi,” ujar Jonghyun sambil tersenyum meledek.

“Sudahlah, eh, kalian sudah tahu pembagian kelompok untuk persentasi bahasa minggu depan?” tanya Krystal. Sulli menoleh dan hampir semua menggeleng.

“Aku sudah tahu, aku tadi diberi kertasnya oleh Victoria seonsaengim, nih,” ucap Krystal sambil mengeluarkan kertas berukuran HVS dari kantong roknya. Sulli memandangi daftar kelompok yang ternyata hanya berisi dua orang tiap kelompok. Sulli terbelalak dan menutup mulutnya dengan tangannya dan berteriak dengan keras.

“Huwaaaa!!!!” teriakannya yang bersamaan dengan Jonghyun itu mengundang tanya dari orang yang disekelilingnya.

“Ke-kenapa aku dengan si busuk itu?” tanya Sulli masih dalam keadaan shock.

“Bego! Harusnya aku yang bertanya! Jangan-jangan kau yang ingin aku sekelompok denganmu?” ucap Jonghyun.

“Ya! Busuk! Kau kali yang berkata pada seonsaengim supaya sekelompok denganku!” kilah Sulli dengan geram.

“Sudah-sudah, aku juga kaget saat melihat kau akan sekelompok dengan Jonghyun, saat aku tanya, Victoria seonsaengim hanya tersenyum dan menjawab ‘kan awal yang bagus untuk B Couple’ begitu katanya,” jelas Krystal yang hampir membuat Sulli dan Jonghyun ingin muntah.

“Victoria sialan!!” umpat B Couple dengan suara petirnya. Yang diikuti koor gelengan oleh hampir semua manusia yang mengelilingi mereka saat itu.

*****

“Ya! Busuk! Cepat tentukan tema yang akan kita ambil untuk persentasi minggu depan!” teriakku pada namja yang malah bersiap pulang ini.

“Ya! Jangan teriak-teriak bego! Besok saja kita kerjakan dirumahku! Ara?” ucapnya sambil melajukan motornya.

“Mwo? Rumahnya?” ucapku. Kupandangi bekas jejak motor Jonghyun, dasar busuk! Aku pun menyusuri jalan menuju halte bus. Tiba-tiba kurasakan setitik air jatuh di wajahku. Aku memandang ke langit, agh! Hujan! Aku segera berlari secepat mungkin ke halte bus terdekat.

“Sial! Dingin,” umpatku sambil terus menggosok-gosokkan tanganku. Beberapa saat kemudian kudengar suara motor berhenti de depan halte bus yang kujadikan tempat berteduh ini. Seorang namja turun dari motor dan menghampiriku.

“Bego! Nih untukmu,” ucapnya sambil memberikan jaket dan payung padaku.

“Maksudmu?” tanyaku. Dia hanya menatapku dibalik kaca helmnya dan menggeleng.

“Ternyata kau benar-benar bego, ya di pakailah supaya kau tidak kehujanan bodoh!” ucapnya sambil kembali ke motornya dan menjalankannya dengan kecepatan cukup tinggi.

“Bodoh! Si busuk itu, bagaimana dia bisa tahu aku disini?” gumamku pelan.

 

-Keesokan Harinya-

 

“Nih,” ucapku sambil menyodorkan jaket dan payung pada Jonghyun.

“Apa?” tanyanya bingung.

“Hya! Ini punyamu kan?! Ehm, eh, uh, go-gomawo untuk jaket dan payungnya,” ucapku sambil menaruh jaket dan payungnya di meja Jonghyun dan segera pergi sambil menutupi wajahku yang jadi seperti kepiting rebus ini.

“Ya, nona Sulli yang terhormat! Sekarang jadi mengerjakan tugas!” teriak Jonghyun dari kejauhan. Aku tak mempedulikannya dan segera berbelok memasuki toilet.

“Sulli-ya, kenapa jantungmu jadi aneh sekarang?” tanyaku pada diriku sendiri. Aku membasuh wajahku dan memandang wajahku yang terpantul di cermin toiet itu masih ada semburat merah aneh.

“Sulli-ya, kenapa jantungmu jadi tidak normal sekarang?” tanyaku lagi dan kembali membasuh wajahku. Aku kembali memandang wajahku lagi yang sialnya masih merah.

“Sulli-ya, kenapa jantungmu jadi seperti habis berlari marathon saja sih?” tanyaku lagi dan sekarang malah memegang dadaku, dan merasakan detak jantungku yang masih berdegup cukup kencang,

“Yuhuuu!! Ada yang sedang jatuh cinta!” teriak seseorang yang baru saja keluar dari bilik toilet.

“Amber?!” ucapku kaget.

“Haha, kenapa jantungmu? Kau sedang suka dengan seseorang ya?” selidik Amber.

“Yaks! Menjijikan! Jangan tanya itu!” ucapku.

“Lho? Bukannya itu memang tanda-tanda kau sedang jatuh cinta?” ucap Amber sambil merapikan poninya.

“Hei Amber, kalau kau namja pasti aku mau jadi yeojachingumu,” celetukku.

“Sayangnya aku yeoja, dan aku masih normal Sul-ah!” ujar Amber sambil menatapku tajam.

“Hehe,” kekehku. Aku pun ikut-ikutan merapihkan poniku.

“Sul-ah, katanya kau akan mengerjakan tugas bahasa di rumah si Jonghyun?” tanya Amber tanpa menoleh padaku.

“Hmm,” jawabku malas.

“Hwaiting Sul-ah!” seru Amber.

“Hah?” aku menutkan kedua alisku.

Teet-Teet-Teet-Teet-Teet

“Ayo! Pulang! Kajja!” ajak Amber sambil menarikku keluar dari toilet. Beberapa meter dari toilet kulihat seorang namja berambut hitam kecoklatan yang bernama Kim Jonghyun sedang berdiri sambil menenteng sebuah tas yang sebenarnya sangat aneh untuk ukuran namja. Tas berwarna pink dengan gambar Winnie the pooh di pinggirnya dan ada corak hijau aneh disekelilingnya.

“Ya! Itu TAS-KU!!” teriakku sambil berlari dan merebut tasku dari genggaman si namja.

“Aku sudah menunggumu dari tadi bego! Kajja!” ucap Jonghyun sambil menarik tanganku menuju motornya.

“Hwaiting Sul-ah!” teriak Amber dari kejauhan sambil terkikik.

“Nih!” seru Jonghyun sambil melemparkan sebuah helm padaku. Aku menerimanya sambil menggerutu.

“Kajja!” teriak Jonghyun. Aku pun segera naik di belakang Jonghyun. Dia pun memacu kecepatan motornya dengan cepat.

“Ya! Jonghyun busuk! Jangan cepat-cepat bodoh!” teriakku. Namun Jonghyun malah memacu motornya semakin cepat, dan membuatku mau tak mau harus memegang -atau biasa disebut memeluk- pinggang Jonghyun. Aku bisa merasakan jantungku yang menjadi tidak normal -lagi-. Tanpa terasa deru mesin motor berhenti di depan sebuah rumah yang besar, atau bahkan bisa disebut sangat-sangat-sangat besar.

“Wow,” ujarku kagum.

“Woi bego, cepat!” ajak Jonghyun sambil membukakan pintu rumahnya.

“Ya, Jonghyun!” panggilku. Jonghyun menghentikan langkahnya dan berbalik berjalan kearahku.

“Kau sakit, bego?” ucapnya sambil memegang dahiku dengan punggung tangannya. Pssshh, sepertinya wajahku memerah lagi.

“Hah? maksudmu?” tanyaku sambil menunduk.

“Sejak kapan panggil nama?” jawabnya. Aku memukul kepalanya.

“Ini kan rumahmu, kalau ada umma atau appa-mu bagaimana bodoh! Ups,” ucapku sambil menutup mulutku.

“Bodoh, orangtuaku sedang tak ada, santai saja!” ucapnya. Aku pun mengikuti langkahnya ke menuju lantai dua, yang mungkin adalah tempat kamarnya berada.

“kKau tunggu disini dulu! Jangan sentuh apapun! Ara?” ucap Jonghyun sambil buru-buru turun. Aku melihat kamar yang mungkin kamar Jonghyun, ya, karena banyak sekali fotonya yang terpampang disini.

“Cih, si busuk itu narsis juga,” gumamku. Aku kemudian melihat sebuah buku atau mungkin lebih tepatnya majalah yang tergeletak di atas tempat tidurnya.

“Eh?” ucapku kaget melihat majalah yang kupungut dari tempat tidur Jonghyun.

“Ini kan,” ucapku sambil membolak-balik halaman majalah itu. Sampai akhirnya pintu terbuka dan Jonghyun terlihat kaget dengan apa yang aku lakukan.

“Ya, busuk, majalah ini?” ucapku. Dia terlihat gelagapan menghadapi perkataanku.

“Itu, kau tahu Sulli aku sebenarnya, yah, seperti isi majalah itu, kan sama denganmu, jadi aku, uh, begini, ah!” ucap Jonghyun. Dia terlihat gugup.

“Heh?” tanyaku bingung.

“Ya, seperti majalah itu,  aku ya, ehm, uh, aku menyukaimu Choi Sulli!” teriak Jonghyun. Aku terbelalak, jadi selama ini, dia dan aku….

“Ya! Sulli bego!” panggil Jonghyun.

“Huh, kau ini maksudku bukan itu, tapi kau juga membeli majalah ini?” tanyaku.

“Hah? juga? Jadi kau?” ujar Jonghyun tergagap.

“Ya, aku juga bodoh!” ucapku. Seketika juga tawa Jonghyun menggelegar.

“Ya! Busuk!” panggilku kesal.

“Hya, jadi kau juga, menyukaiku?” tanya Jonghyun. Aku mengangguk pelan. Dia pun memelukku pelan dan mengecup keningku lembut.

“Hahaha! Aneh sekali ya! Ah! Aku punya ide untuk persentasi bahasa minggu depan!” ujar Jonghyun semangat.

“Apa?” tanyaku sambil kembali menyimpan majalah yang akhirnya menyatukan aku dan si busuk Jonghyun itu. Terdapat suatu tulisan di majalah yang sebenarnya edisi empat bulan lalu.

Aries 21 Maret – 20 April

Keuangan : baik-baik saja, asalkan membeli sesuatu dengan skala prioritas

Kesehatan : hati-hati, kamu rawan terkena penyakit walaupun penyakit ringan, kamu harus banyak-banyak makan buah-buahan dan sayuran

Cinta : saat ini dia sepertinya hanya akan menyembunyikan perasaannya, tapi ada cara agar kamu bisa dekat dengan dia, hina dia. Hal ini bisa membuat kamu dan dia menjadi cukup dekat, apalagi kalau dia membalas perkataanmu. Cukup dengan sering mengatai dia dengan kata seperti ‘bodoh’, ‘bego’, atau yang lain asal jangan keterlaluan.

-epilog-

 

“Yah!! Kita berhasil!” ucapku girang.

“Siapa dulu yang member ide!” jawab Jonghyun bangga.

“Dasar busuk!” umpatku. Dia hanya terkekeh pelan.

“Haha, chukkae ya! Persentasi kalian berhasil!” ucap Amber girang sambil memelukku. Disebelahnya ada Key yang ikut menyalami Jonghyun dan aku.

“Lagian, darimana kalian dapat tema tentang horoscope untuk persentasi?” tanya Key sambil menautkan kedua alisnya. Aku melirik Jonghyun dia hanya mengangkat bahunya.

“Rahasia!” jawabku. Key hanya mengerucutkan bibirnya.

“Apa sih?” tanyaku pada Amber yang sedari tadi melihatku dan Jonghyun.

“Ani, hanya aneh saja, kalian berdua sekarang jadi sepasang kekasih, apa gara-gara ramalan itu? Oh ya! Ramalan itu benar kan?! Hoho” ujar Amber girang.

“Kalian tahu, aku dan si nona terhormat ini bisa jadi sepasang kekasih dari saling mengejek, iya kan chagi?” tanya Jonghyun sambil mengerlingkan matanya padaku.

“Yup! Kalau tidak salah, kalian kan selalu menghina satu sama lain, nanti jadian loo!” godaku. Key dan Amber saling melirik dan mengendikkan bahunya masing-masing, sambil menjulurkan lidahnya.

“Ih, ogah!” seru Amber sambil pura-pura muntah.

“Kau pikir aku juga ingin? Hih!” ujar Key sambil memasang tampang jijik.

“Ya! Jangan begitu! Nanti malah semakin dekat lho,” goda Jonghyun.

“Kalau dia merubah dandanannya sih, aku mau,” ujar Key pelan namun bisa terdengar jelas olehku.

“Mwo?!” seru Amber.

 

 

Advertisements

5 comments on “Horoscope Couple

  1. Pingback: L.O.V.E YOU « Song Hyerim's Station

  2. Pingback: L.O.V.E YOU « Song Hyerim's Station

  3. annyeong…!!!!
    hm, ffnya bgs. idenya juga.
    horoscope.
    cm ada kelainan aja pas pergantian pov gitu. km lupa nulis kyknya, hhe *satoy

    oke, babai and keep writing !! ^.^9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s