Love Since I Love You

Title : Love Since I Love You

Author : ilmacuccha

Cast : SHINee Key, f(x) Amber, Kim Seunghyun (OCs)

Other Cast : f(x) Choi Sulli, SHINee Kim Jonghyun, Lee Donghae Super Junior (figuran)

Genre : romantic, AU

Disclaimer : plotnya punya saya, Jonghyun punya saya, sisanya diobral #plak

NB : hello-hello, hehe, eh pertama mian kalo judulnya gak cocok ma ceritanya, abis ni juga judulnya ngarang, hehe. Oh ya jangan ada SILENT READERS ya!! If you SIDERS ! YOU BETTER RUN !!

 

NOT FOR SILENT READERS

Amber P.O.V

 

“Jebal Amber-a, ya?ya?ya? temani aku,” Kudengar Sulli terus saja merengek minta agar aku mengantarnya untuk shopping ria.

“Aih! Kau saja sendiri! Aku malas Sul-a!” jawabku.

“Oh, Amber yang baik hati masa kau tak mau mengantar nona Sulli si putri terhormat ini?”

“Ih, masa bodoh! Lagian kenapa kau tak ajak pacarmu saja?” kilahku.

“Dia sedang mempersiapkan untuk pentas antar sekolah, aku tak mau mengganggunya Amber-a, jadi temani aku ya Amber? Jebal,”rengeknya lagi.

“Ih, terus kau malah menggangguku Sul-a, haishh, menyebalkan sekali kau itu!” jawabku.

“Aigoo, ayolah Amber, hanya sebentar, jebal, sampai jam tiga sore saja ya?”

“Mwo?! Jam tiga katamu?! Dan sekarang masih jam sepuluh pagi, kakiku bisa rontok nanti!” balasku.

“Ya! Kau itu perhitungan sekali dengan temanmu! Aku traktir deh, besok disekolah,”

“Sirheo! Emmh, traktir penuh satu minggu?”

“Ummh, satu minggu? Baiklah, tapi jangan beli makanan yang mahal!”

“Geurae, aku siap-siap dulu!” seruku.

“Yey!! Gomawo Amber-a, eh kau tampil keren saja ya Amber,”Aku mengerutkan keningku mencoba mencerna perkataannya.

“Maksudmu?”

“Ya, kan lumayan kalau jalan denganmu, kau kan tampan Amber-a,”

“Sialan kau! Aku tidak jadi menemanimu nih!” ancamku.

“Ah, ah, jangan! Oke, mianhae, tapi temani aku ya?”

“Oke, aku kita bertemu ditempat biasa,” ucapku sambil mengakhiri percakapanku dengan Sulli. Aku bersiap-siap, seperti biasa, celana jeans dengan kaos saja sudah cukup. Aku mengunci pintu kamarku dan segera memakai sepatu.

“Umma! Aku mau keluar dulu! Annyeong umma, saranghae!”

Aku berjalan menuju tempat aku dan Sulli biasa bertemu, taman kota dekat pohon jeruk yang berada di samping tempat bermain anak-anak. Aku menghentikan langkahku saat kudengar suara tangisan seseorang- atau lebihnya tepatnya seorang anak. Aku mencari dimana asal suara itu.

“Hiks,, huhu, hu…” tangisan itu semakin terdengar saat aku mendekati sebuah semak-semak. Aku pun menyibak semak-semak itu dan mendapati seorang anak laki-laki sedang duduk meringkuk tersedu-sedu.

“Uh, kau kenapa?” tanyaku sambil berusaha mengeluarkan anak itu dari semak-semak. Kini dia sudah berada di hadapanku. Anak kecil yang lucu, kalau dilihat mirip Yoogeun, sedikit. Hehe

“Hiks, u-umma,” guraunya. Aku mengerutkan keningku, aku tak pernah menghadapi anak kecil sebelumnya, ya kecuali sepupuku yang menyebalkan yang membuat semua sepatuku hilang sebelah dibawa anjing miliknya.

“Umma…” ucapnya lagi.

“Uh, cup-cup, nuna carikan umma-mu ya, sshh, uljima,” ucapku sambil mengelap air mata yang sedari tadi berjatuhan dari matanya.

“Huwaaa!! Umma!!” tangisannya malah semakin keras. Kudapati hampir semua orang melihatku dengan tatapan aneh.

“Eh, sshh, uljima-uljima, oh, jebal, ottohke?” tanyaku.

“Ya! Yeoja cepak!! Sedang apa kau disana?” tanya seseorang dari belakangku.

“Hah?? sialan! Apa kau botak?!” balasku saat melihat Key sedang berjalan menghampiriku.

“Hyaa! Anak siapa itu?! Sejak kapan kau menikah?” selidik Key saat melihat anak yang sedang ada dipangkuanku.

“Pabo! Aku juga tak ini ini anak siapa, dari tadi manggil-manggil ummanya terus,” jawabku. Kulihat anak itu mencoba turun dari pangkuanku.

“Ap-appa!!” seru anak itu sambil berlari kearah Key.

“MWO?!” teriakku bersamaan dengan Key. Kulihat anak itu sedang memeluk Key mesra.

“K-kau, appa-nya?” selidikku masih shock.

“Ya! Cepak! Tidak mungkin lah! Dasar! Aku juga baru bertemu dengan anak ini,” kilahnya.

“Uh, anak ini menyebalkan saja,” gerutuku.

“Hish, jangan begitu pabo! Anak manis, siapa namamu?” tanya Key dengan lembut yang bahkan sampai ingin membuatku muntah.

“Hueekk,” sindirku.

“Hish, menyebalkan sekali kau!” umpat Key. Anak itu hanya melihat kami berdua dengan tatapan yang aneh.

“Seungun imnida,” jawabnya.

“Seungun?” tanyaku. Anak itu mengangguk, Aishh! Lucunya!

“Namanya masa Seungun, Seunghyun kali,” pikir Key.

“Hmmh, sepertinya kau benar. Sengun itu nama yang aneh,” responku.

“Seungun appa, Seungun umma,” ucapnya sambil menunjuk Key dan aku.

“M-mwo?!”

“Seungun umma, Seungun appa,” ulangnya lagi.

“Hah, botak, anak ini harus kita laporkan ke polis-,”

“Seunghyun, panggil Key appa, sama Amber umma,”

“mwo?!” teriakku. Si botak ini gila apa?! Masa aku dengan dia? Ih, menjijikkan!

“Key appa, Amel umma,” ulangnya.

“Apa-apaan kau botak?!” tanyaku emosi.

“Hya, sekali-kali lah, lagian kasihan kan,” jawabnya.

“Tap-,”

“Amel umma, Seungun pengen maen,” rengeknya.

“M-mwo?”

“Ya sudah, Seunghyun, kita ke taman bermain, ayo, kajja!” ajak Key sambil menggendong Seunghyun dan menarik tanganku. Aku menepisnya,

“Apaan sih?! Aku kan tidak ada hubungannya,” ucapku.

“Kau kan umma-nya Seunghyun, jadi harus ikut,” jelas Key sambil kembali menarik tanganku. Aku merasakan ada sesuatu yang berdesir di dalam dadaku. Ya, di hatiku tepatnya.

***

“Waaaaaa!!!!” teriak Seunghyun saat kami bertiga naik wahana gajah terbang. Aku terkikik geli, sementara Key hanya berusaha megikuti tingkah Seunghyun.

“Hahaha,”

“Eh, botak, apa tak apa-apa dia tak dilaporkan pada polisi, bagaimana kalau orangtuanya mencarinya?” tanyaku.

“Tak apa, aku hanya ingin main sebentar, aku kan tak punya adik,” jawabnya sambil kembali bergurau dengan Seunghyun.

“Seungun mau naik itu!” rengek Seunghyun saat melihat bianglala.

“Sebentar Seunghyun, kita pasti naik kok,” jawabku.

“Uh, tak mau, Seungun mau sekalang naiknya!” balasnya.

“Sebentar, nuna belikan dulu permen gula ya, Seunghyun mau?” tawarku. Sementara Key masih asyik memainkan rambut Seunghyun.

“Mereka pasangan kekasih bukan? Kok sama-sama namja ya?” kudengar bisik-bisik seseorang yang lewat dibelakangku.

“Uh, menyebalkan sekali, masa aku dikira namja?!” umpatku.

“Tentu saja! Lihat saja penampilanmu cepak! Kau itu lebih mirip namja daripada yeoja,” balas Key. Aku mendelik padanya kesal.

“Kau itu ya, menye-,”

“Pakai ini,” ucap Key sambil menyodorkan sesuatu padaku.

“Hah? bando?” kulihat benda yang ternyata bando itu. Berbentuk putih dan ada boneka kecil dipinggir bandonya dengan warna yang serasi dengan warna dasar bando itu.

“Ya! Kau ini, pakai saja, lagipula sesuai dengan kaosmu itu,” ucap Key. Dengan antara terpaksa dan ragu aku akhirnya memakai bando itu.

“Umma, neomu yeppeo,” ujar Seunghyun. Aku tak mengacuhkan ucapan Seunghyun dan berjalan menuju tempat permen gula.

“Aku ingin 3 permen gulanya,” ucapku berbarengan dengan seorang namja yang ada disampingku.

“Eh, kita sam- wah! Amber?” ucap namja itu.

“Eh, Donghae oppa?”

 

Key P.O.V

 

“Lama sekali si cepak itu,” keluhku.

“Umma lama ya appa,” ucap Seunghyun.

“Dia itu beli permen gula dimana sih?” umpatku. Aku mengedarkan pandanganku sampai tertuju pada dua orang yang sedang bercakap dengan riangnya.

“Mwo? Si cepak itu,” gerutuku. Aku bisa dengan jelas melihat Amber karena bandonya yang tak selaras dengan penampilannya yang tomboy itu.

“Kita ke umma yuk, appa!” ajak Seunghyun sambil menarik tanganku.

“Ajushi siapa? Jangan dekat-dekat Amel umma!!” teriak Seunghyun saat aku baru saja sampai ke tempat permen gula itu.

“Mwo?”

“Seunghyun!”

“Umma halus sama appa, gak boleh sama ajushi ini!” lanjut Seunghyun. Wow, dia jujur sekali.

“K-kau sudah punya anak Amber?” kulihat raut wajah teman bicara Amber itu shock saat mendengar Seunghyun memanggil Amber dengan kata ‘umma’.

“Bukanlah oppa, dia anak yang aku temukan saat menangis,” jawabnya. Mwo? Oppa? Bahkan aku lebih tua darinya dia tak pernah memanggilku oppa! Ya walaupun hanya beda enam bulan sih.

“Oh, lalu dia?” tanya namja itu sambil menunjukku.

“Itu Key, temanku,” jawabnya. Kulihat raut wajah lega dari namja itu, tunggu! Jangan-jangan namja itu me- agh!

“Ya! Cepak! kita pergi kesana! Seunghyun katanya mau naik kincir,” ucapku sambil menarik tangan Amber menjauhi namja menyebalkan itu.

“Eh, Donghae oppa, aku pergi dulu annyeong!” teriak Amber. Aku terus menariknya dengan Seunghyun yang masih berada di pangkuanku ke wahana kincir. Kulihat langit sudah cukup mendung, sepertinya akan hujan.

“Ya! Botak! Kau kenapa sih?!” Amber terus berteriak sampai akhirnya aku berhasil masuk ke kincir dengan Amber dan Seunghyun.

“Dia itu siapa sih?!” ujarku.

“Dia sunbae-ku waktu SMP, memangnya kenapa huh?!” jawabnya dengan ketus.

“Aku tak suka!” lanjutku. Amber menoleh padaku.

“Mwo? Terserah aku dong mau dekat dengan siapa juga.”

“Aku tak suka! Kau selalu tertawa dengannya sedangkan denganku tidak! Huh, aku muak!” gerutuku.

“Mwo?”

“Asal kau tahu ya Amber si yeoja cepak! Aku tak akan membiarkan dia me-,” aku memutuskan perkataanku. Ugh! Kau itu berkata apa sih Key?! Pabo! Pabo! Pabo!

“Mwo?”

“Hya! Kau itu mwo-mwo saja terus dari tadi! Seperti sapi saja!!”

“I-itu bukan, maksudku, tadi k-kau apa tadi, aduuhh, apa sih tadi maksudmu tadi?” tanyanya.

“Sudahlah lupakan!” jawabku.

“Dasar botak!”

“Apa kau cepak?!”

“Kau itu menyebalkan tahu botak!” ujarnya.

“Kau juga! Kau itu bodoh amat sangat! Masa tak menyadari apa yang aku lakukan dari tadi huh?! Dasar yeoja tak peka!!”

“Maksudmu?”

“Kau pikir apa maksudku tadi membiarkan Seunghyun memanggilmu dengan sebutan umma?! Kau pikir apa tadi maksudku memberikan bando padamu?! Lalu kau pikir aku bermaksud apa saat aku menarik tanganmu agar kau tak berbicara dengan namja yang kau panggil oppa itu?! Kau pikir APA HUH?!” ujarku. Kulihat Seunghyun hanya menatapku dengn tatapan aneh.

“A-aku,” ujarnya terbata.

“Dengar ya! Bukannya sudah jelas saat Sulli dan si Jonghyun itu pacaran huh?! Masa kau tak mengerti juga sih?!”

Kulihat Amber hanya memutar bola matanya, sepertinya mencoba mengingat kejadian saat dulu Jonghyun dan Sulli berhasil persentasinya.

 

-flashback-

“haha, chukkae ya! Persentasi kalian berhasil!” ucap Amber girang sambil memeluk Sulli. Disebelahnya ada aku yang ikut menyalami Jonghyun dan Sulli.

“lagian, darimana kalian dapat tema tentang horoscope untuk persentasi?” tanyaku sambil menautkan kedua alisku. Sulli melirik Jonghyun, dia hanya mengangkat bahunya.

“rahasia!” jawab Sulli. Aku  hanya mengerucutkan bibirku.

“apa sih?” tanya Sulli pada Amber yang sedari tadi melihatnya dan Jonghyun.

“ani, hanya aneh saja, kalian berdua sekarang jadi sepasang kekasih, apa gara-gara ramalan itu? Oh ya! Ramalan itu benar kan?! Hoho” ujar Amber girang.

“kalian tahu, aku dan si nona terhormat ini bisa jadi sepasang kekasih dari saling mengejek, iya kan chagi?” tanya Jonghyun sambil mengerlingkan matanya pada Sulli.

“yup! Kalau tidak salah, kalian kan selalu menghina satu sama lain, nanti jadian loo!” goda Sulli. Aku melirik Amber dan mengendikkan bahuku, sambil menjulurkan lidahku pada yeoja cepak itu.

“ih, ogah!” seru Amber sambil pura-pura muntah.

“kau pikir aku juga ingin? Hih!” ujarku sambil memasang tampang jijik.

“ya! Jangan begitu! Nanti malah semakin dekat lho,” ucap Jonghyun.

“kalau dia merubah dandanannya sih, aku mau,” ujarku pelan.

“mwo?!” seru Amber.

 

-flashback end-

 

“Ja-jadi, i-itu, hahaha! Kau bercanda ya botak?” ucapnya sambil tertawa garing.

“Kau pikir aku bercanda?” tanyaku.

“Sudahlah botak, kau tak usah bersandiwara seperti ini,” ujarnya.

“Kau masih tak percaya?! Bagaimana kalau aku katakan sekarang? AKU MENYUKAIMU CEPAK!!” ucapku sambil berusaha menahan rasa maluku.

“A-aku,”

“Sudahlah bilang ya atau tidak saja,” ujarku mencoba mengembalikan sosokku yang dingin. Kulihat Amber mengangguk sambil mencoba tak bertatapan muka denganku.

“Hehe, ternyata ucapan si Jjong benar, kita pacaran gara-gara saling ledek, haha!” ucapku mencoba mencairkan suasana yang berubah jadi canggung saat aku menyatakan perasaanku padanya.

“Kincilnya belenti,” ujar Seunghyun. Aku pun menggandeng Amber dan Seunghyun keluar dari kincir. Aku segera keluar dari wahan kincir saat tiba-tiba aku melihat ada dua orang sedang melihatku dan Amber juga Seunghyun –mungkin- dengan tatapan aneh.

“Y-yuunngg!!!” teriak Seunghyun sambil berlari memeluk salah satu dari dua orang itu.

“Eh, Jjong?” tanyaku bingung saat melihatnya sedang memeluk balik Seunghyun.

“Sulli?” kulihat Amber juga tak percaya dengan kehadiran Jonghyun dan Sulli juga keakraban Jonghyun dengan Seunghyun.

“Kau, siapanya Seunghyun?”tanyaku.

“Jongun yung itu yung-nya Seungun!” jawab Seunghyun.

“Ya, kau dengar kan?” ucap Jonghyun.

“Yung! Key appa sama Amel umma pacalan kayak yung sama Sulli nuna! Seungun belhasil kan?” celetuk Seunghyun.

“Apa maksud perkataan Seunghyun tadi huh?” tanyaku sambil mengepalkan tanganku.

“I-itu, ya! Seunghyun hyung sudah bilang jangan bicara sembarangan,” kudengar Jonghyun berbisik sesuatu pada Seunghyun.

“Habis, yung sama nuna kan bilang, halus sampe bikin Key appa sama Amel umma pacalan kayak yung,” jawabnya dengan tampang innocent.

“Tung-tunggu Key, i-itu cuma bohong, jangan percaya anak kecil,”

“I-iya bener, Amber-a, jangan percaya Seunghyun! Dia bohong, biasa anak kecil,”

Aku melirik Amber dia juga terlihat sedang mengepalkan tangannya. Aku mendekati Amber dan merangkulnya.

“Eh, tapi gomawo ya, akhirnya aku pacaran juga dengan si yeoja cepak ini,” ujarku. Jonghyun, Sulli dan Amber hanya melongo mendengar perkataanku.

“Eh, oh, i-iya, cheonman,” kudengar suara Jonghyun masih terdengar gugup.

“Sudahlah Jjong, gomawo juga ya Sulli,” Sulli hanya mengangguk sambil tersenyum aneh.

“Ya sudah, baguslah, habisnya kau susah sekali sih, tinggal bilang ‘aku menyukaimu’ saja susah amat,” ujar Sulli. Aku hanya terkekeh pelan.

“Tapi aku ada berita bagus untuk besok,”ucap Jonghyun.

“Apa?” tanyaku dan Amber berbarengan.

“Kita sebarkan rekaman penyadapan acara kencan Key dan Amber, kita beri judul ‘Kencan special Key sekeluarga’, bagaimana?”

 

PLETAKKK

 

Aku segera menjitak kepala si Jonghyun itu dengan sekuat tenaga.

“Pabo! Kalau kau menyebarkannya, aku kan jadi tak bisa selingkuh!” ujarku.

 

PLETAKKK

 

“Aduh,” aku mengelus kepala yang sakit gara-gara terkena jitakan dari Amber.

“Dasar botak menyebalkan!” gerutu Amber sambil berjalan menjauh.

“Ya! Cepak!” panggilku. Aku berhasil menarik tangannya dan mebalik tubuhnya hingga kini kami berhadapan. Aku membungkukan tubuhku mencoba mensejajarkan wajahku dengan wajahnya. Dan…

CHU ~

 

-FIN-

 

 

Advertisements

3 comments on “Love Since I Love You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s