Darkness [prologue]

Title : Darkness

Author : ilmacuccha

Cast : SHINee, Song Hyerim (author)

Genre : Thiller, AU, a little bit of romance

Genre : PG13-PG15

Disclaimer : plotnya punyaku !! SHINee juga~! Haha #evillaugh

NB : Sebenernya rada gak pede mau post ini, Cuma… kayaknya harus di post juga, soalnya ngebet banget bikin ni tulisan.. soalnya baru bikin FF genre-nya thiller..

NOT FOR SILENT READERS

Be a Good Readers Please …

Normal P.O.V

BUGH

Sebuah pukulan mendarat di perut seorang pria malang berambut coklat yang diikat ke tiang yang berada di sebuah ruangan pengap yang cukup mengerikan.

“Kau masih belum mau bicara huh?!” tanya garang seorang pria berumur 30 tahunan yang memakai baju serba hitam.

“Hhh… hh…” pria berambut coklat yang dipukul tadi menghela nafas. Luka lebam sudah memenuhi sekujur tubuhnya. Ditambah dengan lengan dan kaki yang diikat membuatnya semakin tak nerdaya mengahadapi pukulan demi pukulan yang disarangkan padanya.

“Jadi?” tanya pria yang satunya. Pria yang lebih gemuk dari pria yang pertama. Namun persamaannya, mereka membawa stik baseball, tapi tak bisa disebut stik baseball. Karena stik ini lebih kecil dari ukuran stik baseball, stik ini mempunyai diameter 2 sentimeter, dengan panjang sekitar 30 sentimeter. Ya, dan yang pasti jika dipukulkan ke perutmu, semua yang sudah kau makan bisa keluar. Lebih tepatnya dipaksa keluar.

“Kau ini diam saja! Cepat jawab bodoh!!” bentak si pria gemuk. Si pria yang diikat mendongak sedikit, terlihat banyak keringat yang mengalir dari puncak kepalanya.

“Huh, kau bodoh!” balas si pria yang diikat sambil sedikit meludah.

“Sialan!!” umpat si pria gemuk sambil kembali melayangkan pukulan di perut si pria yang diikat.

“Cih! Menyebalkan! Ingin kubunuh saja dia!” umpat si pria gemuk sambil memandangi pria malang yang diikat itu.

“Ya! Kalau kau bunuh! Nanti kita yang akan dibunuh bodoh!” cegah si pria yang satunya.

“Ya! Ya! Sudah cukup hari ini!” seru pria yang tiba-tiba masuk keruangan pengap itu.

“Eh, siap Inspektur!” jawab dua pria yang tadi memukuli pria yang diikat itu. Mereka segera menghormat pada pria yang dipanggil Inspektur itu.

“Cih! Kau ternyata Inspekturnya? Jadi kau yang memerintahkan bawahanmu untuk menyiksaku agar aku buka mulut, huh, menyedihkan,” celetuk si pria yang diikat.

“Sialan kau!!” umpat si pria gemuk sambil bersiap mengayunkan stiknya.

“Ya! Stop! Kubilang hari sudah cukup bukan?!” seru pria ‘Inspektur’. Sontak si pria gemuk itu langsung mengurungkan niatnya sambil mengumpat pelan.

“Ya! Boys! Kupikr kau tak bisa bicara lagi setelah ‘bertemu’ mereka berdua,” ujar si pria ‘Inspektur’ itu. Si pria yang diikat hanya mencibir.

“Hmmh, kukira aku dapat sedikit informasai dari melihat wajahmu,” ujar si pria ‘Inspketur’.

“Wah? Aku terkejut,” balas pria yang diikat, terdengar meremehkan.

“Kau masih muda ya? Kulitmu mulus sekali,” ucap si pria ‘Inspektur’ sambil memegang pipi pria yang dikat itu.

“Kau homo ya? Cih!” umpatnya sambil meludah ke tangan si pria ‘Inspektur’.

“Oh, kau berani sekali ya? Sebenarnya aku tak akan melakukan ini, tapi kalau saja kau mau membertitahuku dimana kawan-kawanmu berada, aku mungkin akan berlaku lebih baik padamu,” ungkap si pria ‘Inspektur’.

“Sayangnya aku tak mau,” balas si pria diikat.

“Geurae, kalau begitu. kau yang meminta, aku akan menempuh jalan k Kupikr kau tak bisa bicara lagi setelah ‘bertemu’ mereka berdua,” ujar si pria ‘Inspektur’ itu. Si pria yang diikat hanya mencibir.

“Hmmh, kukira aku dapat sedikit informasai dari melihat wajahmu,” ujar si pria ‘Inspketur’.

“Wah? Aku terkejut,” balas pria yang diikat, terdengar meremehkan.

“Kau masih muda ya? Kulitmu mulus sekali,” ucap si pria ‘Inspektur’ sambil memegang pipi pria yang dikat itu.

“Kau homo ya? Cih!” umpatnya sambil meludah ke tangan si pria ‘Inspektur’.

“Oh, kau berani sekali ya? Sebenarnya aku tak akan melakukan ini, tapi kalau saja kau mau membertitahuku dimana kawan-kawanmu berada, aku mungkin akan berlaku lebih baik padamu,” ungkap si pria ‘Inspektur’.

“Sayangnya aku tak mau,” balas si pria diikat.

“Geurae, kalau begitu. Kau yang meminta, aku akan menempuh jalan kekerasan.Bersiaplah untuk besok, jangan sampai kau membuatku tertawa karena kau pingsan,” ujar si pria ‘Inspektur’ smabil menyuruh bawahannya segera mengikutinya.

“Inspektur?!” panggil si pria diikat.

“Wae? Kau berubah pikiran?”

“Tak mungkin, ingatlah! Aku ini pro! Jangan meremehkan aku Inspektur! Oh ya, aku hanya ingin bertanya, apa aku boleh duduk? Berdiri membuat staminaku turun,” tuturnya.

“Terserah. Aku juga punya pertanyaan, siapa namamu? Kau tak ingin aku memanggilmu dengan kata ‘brengsek’ kan?” tanya si pria ‘Inspektur’.

“Geurae, ini informasi gratis untukmu. Kau cukup memanggilku puerile,” jawabnya,

“Baiklah, puerile, code name yang bagus,” respon si pria ‘Inspektur’ sambil menutup pintu  ruangan itu.

 


Advertisements

9 comments on “Darkness [prologue]

  1. anyeong athor..
    aku dapet blog ini dari FFindo

    lanjutin donk….
    keren nih FFnya,
    ntu cowo yg diikat si Taemin ya??
    *sotoy.com

    soalnya berambut coklat..
    ya kan??
    hehehe_

    • annyeong juga hana, jgn manggil thor dong, kayak tukang motor aja =.=
      hehe,
      makasi udh mampir.. ^^

      wahh??
      chingu nih peramal ya?? #sotoy.com
      tunggu aja chingu~
      hehe,
      gomawo udh komen ma mampir chingu~!

      • tukang motor..?? bukan..!
        maksudnya bukan tukang motor tapi mau ngajakin nari tor-tor(?)
        *sangtae

        trus manggilnya apa nih? umur kamu brapa?
        oya, aku uda add FB mu lho.. *gapen
        confirm yah..^^

        mian kebanyakan bacot..

  2. Pingback: Darkness [part 2] « Song Hyerim's Station

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s