L.O.V.E YOU

Title : L.O.V.E YOU

Author : ilmacuccha

Cast : SHINee Lee Jinki a.k.a Onew, f(x) Victoria

Support Cast : SHINee Kim Jonghyun, f(x) Choi Sulli, SHINee Key, f(x) Amber

Genre : romance, comedy 0,001%, AU

Rating : PG13

Disclaimer : plotnya punyaku, Jonghyun juga punyaku, Victoria itu eonni aku, Sulli itu bestfriend aku, kalo Onew oppa itu ya oppa aku. Jadi intinya semua cast-nya punya aku. Haha #evillaugh

NB : anggap aja sekolah sama Universitas disini lokasinya sama ya… Ini sekuel dari Horoscope Couple.

NOT FOR SILENT READERS

Be a Good Readers please …

 

Jinki P.O.V

 

“Aku menyukai rambutmu,”

“Aku menyukai matamu,”

“Aku menyukai hidungmu,”

“Aku menyukai ….,” “Sangat menyukai bibirmu yang pink, bibirmu yang mungil, aku suka semua yang melekat padamu,”

“….”

“Tap-tapi,” aku mencoba mengehentikan aksi Jonghyun yang sedang memperagakan ‘cara menggoda seorang yeoja’. Kuakui kalau dia itu sukup atau bahkan ahli dalam soal menggoda seorang yeoja.

“Sudah kubilang hyung, kau itu harus berani,” sanggah Jonghyun.

“Bu-bukan i-itu Jjong, tap-i itu,” ujarku sambil menunjuk Sulli. Jonghyun menoleh kearah Sulli yang jadi yeoja atau bahkan bisa disebut korban dalam ‘Jonghyun lecture’ kali ini.

“Memangnya kenapa? Ada yang salah dengan nona Sulli ini?” tanya Jonghyun sambil mendekatkan Sulli kepadanya, dan menyimpankan *?* kepala Sulli di pundaknya.

“Mian oppa, jangan terganggu olehku, lanjutkan saja, lagian si busuk ini malah menahanku disini,” ujar Sulli.

“Ya! Sshht… nona Choi Sulli yang terhormat, bisakah anda diam?” ancam Jonghyun. Sulli terlihat hanya mengerucutkan bibirnya.

“Eh, bukan itu. Tapi, ah! Ya sudahlah!” ujarku sambil masih kikuk melihat tingkah laku kedua sejoli ini yang malah bermesraan ria di depanku.

“Eh, hyung! Jadi siapa yeoja yang beruntung akan mendengarkan dan mengangguk saat kau menyatakan perasaanmu hyung?” tanya Jonghyun. Dia mulai memainkan tangannya di rambut Sulli.

“Mwo?!” ujarku kaget.

“Ya, aneh kan chagi? Masa tiba-tiba Jinki hyung-ku yang polos ini menanyakan padaku soal bagaimana yang harus dilakukan kalau kau ingin menyatakan perasaanmu pada seorang yeoja?” tutur Jonghyun sambil menatap Sulli. Sulli hanya mengangguk seolah setuju akan pertanyaan Jonghyun.

“Tapi kurasa yang akan aku dapatkan kalau aku melakukan hal yang kauperagakan bersama Sulli tadi, aku pasti akan ditampar Jjong!” ujarku. Jonghyun menatapku sebentar. Kemudian dia tertawa, seperti tawa meremehkan terdengarnya.

“Haha! Hyung! Kau ini ! tak mungkinlah! Kau pikir kau itu siapa hyung? Kau itu Lee Jinki!! Lee Jinki!! Tak mungkin seorang yeoja pun akan menolak dengan menamparmu hyung!! Tapi kalau dia menolak sih bisa jadi, misalnya karena aku lebih keren misalnya,” celetuk Jonghyun yang langsung membuatku dan Sulli menatapnya kesal.

“Huh, dasar busuk!” umpat Sulli pelan.

“Oke, tapi mungkin aku hany aakan menjadikan itu rencana kedua saja! Sudahlah, pergi ke kelasmu sana! Dosenku sebentar lagi datang! Oh ya, ngomong-ngomong, B Couple terkenal lho disini,” godaku.

“Hah? ih, yang busuk dan bego kan cuma si busuk ini !!” sanggah Sulli sambil menunjuk Jonghyun.

“Ya! Kau kan yang busuk, bego!” bantah Jonghyun.

“KAU!”

“ANI! KAU!”

“KAU BUSUK!”

“APA KAU BEGO?!”

“YA!! SUDAH!!” teriakku.

“Kalian seperti anak kecil saja! Lagipula, sepertinya orang-orang sudah tahu kalau kalian itu sudah pacaran. Mana mungkin mereka tak melihat tingkah romantis kalian di kelasku ini wahai nona dan tuan Kim yang terhormat,” ucapku. Mereka hanya saling pandang. Mereka terlihat malah sedang melirik-lirik kanan kiri mereka.

“Sudahlah, lagipula kalau sudah tahu, berarti kita tak perlu canggung kan chagi?” ujar Jonghyun sambil kembali merangkul Sulli dan mengacak rambutnya pelan. Sulli terlihat malu-malu dengan tingkah Jonghyun, ‘haha, cinta mereka besar ya?’ pikirku.

“EHEMM!!”

Aku dan dua sejoli itu langsung berbalik dan mendapati Im songsaenim sudah ada di kelasku. HAH? MWO?! IM SONGSAENIM?! DIA KAN GURU CANTIK YANG KILLER!! MATILAH DIRIKU!!

“Ya! Jinki dan B Couple!” panggilnya. Aku hanya terdiam. Sedangkan Jonghyun dia malah kembali memainkan rambut Sulli.

“Waeyo nuna?” tanya Jonghyun dengan santainya, dan dengan tangan yang merangkul Sulli. ‘wow, dia berani sekali’

“KALIAN!! Kalau kalian INGIN BERMESRAAN JANGAN DISINI!! Kurasa pengetahuan kalian masih belum cukup, kalian ini masih kecil!! Mau aku laporkan pada kepala sekolah kalian HUH?! Jadi, SEGERA KEMBALI KE WILAYAH SEKOLAH KALIAN!!” teriak Jung songsaenim.

“Nuna, kau cemburu ya?” tanya Jonghyun sambil mendaratkan bibirnya di kening Sulli. Dan hal itu berakhir tragis dengan Jonghyun yang akhirnya mendapatkan sepatu terbang melesat dengan cepat kearah kepalanya.

“Ne, ne, noona! Kami akan pergi! Don’t miss me noona!! Muach!” teriak Jonghyun genit. Kulihat Im songsaenim hanya senyum-senyum sendiri dan aku bersumpah melihat pipinya yang merah akibat perkataan Jonghyun tadi.

Kurasa gossip itu benar. Im songsaenim MENYUKAI  Jonghyun. Lagian, yeoja mana sih yang tak akan kuat saat menghadapi serangan mata bling bling-nya yang bisa membuat mata meleleh itu? Lagipula, kurasa hampir semua yeoja dari SD sampai Unversitas pasti mengetahui siapa Jonghyun itu. Dan kudengar banya yeoja yang menangis patah hati waktu mendengar Jonghyun dan Sulli alias B Couple pacaran.

Drrtt….. drrrttt….

Ponselku berbunyi, satu pesan masuk. Dari siapa ya?

From : miss yeppoda

Jinki-ah, bagaimana acara kita kali ini kita undur jadi jam empat? Aku ada acara lain dulu, mian..

Aku tersenyum-senyum sendiri membayangkan yeoja itu sedang memikirkan acara kami. Aku pun mulai menekan tombol-tombol yang ada dengan penuh semangat.

To : miss yeppoda

Baiklah, gwenchana! Lagipula aku juga ada urusan lain dulu, kita bertemu di tempat biasa ya, ^.^

Aku pun menekan tombol sent dengan semangat. Sampai aku merasakan aura aneh yang kuat yang berasal dari depan kelas.

“Eh, eh, songsae-,”

“KAU INGIN AKU MENDARATKAN SEPATU YANG LAIN DIKEPALAMU HAH?!” teriak Jung songsaenim dengan suaranya yang mengerikan dan memekakkan telinga.

“Ah, t-ak per-perlu songsaenim,” jawabku ketakutan. Keringat dingin mulai mengucur dari kepalaku. Jung songsaenim tak akan melepas mangsanya dengan mudah, ah! Jinki pabbo!! Matilah dirimu!!

“Baiklah, karena sekarang mood-ku sedang baik, aku tak akan menghukummu, TAPI,” aku menelan ludah.

“Kau jangan dulu pulang saat pelajaranku berakhir, ara?”

“N-ne, songsaenim,” jawabku pasrah.

***

“Ugh! Jung songsaenim sialan!! Hya!! Menyebalkan sekali dia!! Kalau saja dia bukan guruku!!” umpatku kesal. Tentu saja aku mengumpat sambil melihat keadaan dulu, kalau sampai ketahuan Jung songsaenim, aku bisa jadi ‘Jinki bakar’ nanti.

“Seenaknya saja memotong nilai kimiaku!! Aku kan tidak di remedial!!!!” umpatku lagi. Kali ini aku menendang kaleng yang ada dihapanku.

“Untung saja aku bisa bujuk dia, kalau saja appa dan umma tahu nilaiku nanti akan merah, habislah aku! Jjong-ah, mianhae,” ujarku menyesal.

“Ah! Sudahlah! Aku harus semangat! Sekarang aku akan bertemu dengan dia lagi, kau jangan uring-uringan begitu Jinki! Ayo! Hwaiting!” ujarku pada diriku sendiri.

Drrrtt…. Drrttt…

Ada satu pesan masuk ke ponselku. Pasti dia!

From: miss yeppoda

Jinki-sshi, mianhae, aku tak bisa datang, ternyata acaranya lebih lama dari yang kukira, mianhae. Bagaimana kalau besok saja? Kebetulan besok aku tak ada kelas,

Ah! Lengkaplah kesialan hidupku! Sudah dibentak Jung songsaenim! Di peras Jung songsaenim! Sekarang dia malah membatalkan perjanjian! Oh~ kenapa aku begitu sial sih?!

To: miss yeppoda

Hufft, gwenchana, besok? Kebetulan aku juga sedang tak ada kelas, kita bertemu jam berapa?

Aku cukup memaafkannya, lagipula dia meminta aku bertemu dengannya lagi besok! Yey! Besok aku tak ada kelas!! Haha!

***

Normal P.O.V

 

“Jjong! Cepat turun! Sarapan!!” panggil seorang yeoja dari lantai bawah.

“Ne, nuna! Sebentar!!” jawab Jonghyun. Dengan segera dia pun menuruni tangga 3 anak tangga sekaligus.

“Pabbo! Hati-hati Jjong!” ujar nuna-nya. Jonghyun hanya cengengesan mendengar peringatan noona-nya itu. Dia langsung duduk di meja makan.

“Appa? Umma?” tanya Jonghyun. Nuna-nya hanya menggeleng,

“Kemana mereka?” tanya Jonghyun lagi.

“Katanya sedang ada di Swiss,” jawab nuna-nya sambil menuangkan segelas susu untuk dongsaengnya itu.

“Nuna~, kau mau kemana hari ini? Rapih sekali!” goda Jonghyun. Sedangkan nuna-nya hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa.

“Ya! Noona! Aku kan bertanya! Masa pertanyaan dari dongsaengmu yang tertampan dan terkeren ini tak kau anggap sih?!” gerutu Jonghyun kesal. Orang yang dipanggil nuna malah menjitak Jonghyun pelan.

“Ya! Noona! Kenapa kau menjitakku?” ringis Jonghyun.

“Habis, tertampan? Terkeren? Huh, masih lebih keren Nickhun 2PM lah~,” jawabnya. Jonghyun hanya mengerucutkan bibirnya.

Ting-Tong-Ting-Tong

Bel pintu rumah kediaman keluarga Kim berbunyi. Seorang pelayan mendatangi Jonghyun dan kakak perempuannya yang sedang sarapan itu.

“Tuan Key datang, tuan muda,” ucap pelayan itu pada Jonghyun.

“YA! KEY! Masuk sajalah!! Kau kira ini rumah siapa sih?!” ucap Jonghyun setengah berteriak.

“Ne! ini? Rumahmu lah!” jawab Key sambil mencomotroti yang sedang dimakan Jonghyun.

“Itu rotu isiku botak!” teriak Jonghyun. Key cuma cengengesan dan tanpa dosa malah menghabiskan roti yang sudah disiapkan nuna-nya Jonghyun itu.

“Annyeong Key! Kau sudah lama tak kesini!” sapa yeoja yang sedari tadi berdebat dengan Jonghyun ramah. Key tersenyum, memandang yeoja yang menanyainya itu sambil berpikir kalau yeoja itu cantik sekali untuk seukuran nuna-nya Jonghyun.

“Dia kan sibuk dengan pacar barunya,” celetuk Jonghyun yang langsung dihadiahi jitakan yang tepat mendarat di kepala Jonghyun. Nuna-nya Jonghyun hanya tertawa.

“Kau? Yeojachingu? Siapa? Kenapa tak kau kenalkan pada noona?” tanya nuna Jonghyun lagi.

“Soalnya dia takut, nanti kau bingung mana yang yeoja mana yang namja,” celetuk Jonghyun lagi. kali ini tak ada jitakan dari Key. Dia hanya sedang berpikir bagaimana cara membumi hanguskan namja yang asal celetuk itu.

“Haha, eh, sudah ya! Nuna mau keluar dulu, Jjong! Langsung pulang ya, mungkin noona nanti akan agak lama, annyeong Jjong! Key!” teriak nuna Jonghyun sambil segera keluar dari ruangan makan.

“Jadi? Kita kemana sekarang?” tanya Jonghyun yang masih makan roti isinya.

“Kemana? SEKOLAH lah pabo!!” umpat Key.

***

Jinki P.O.V

10.10 a.m

Dia sudah telat 10 menit. Aduh, kenapa dia belum datang ya? Apa tiba-tiba dia tak bisa datang? Aduh, tenanglah Jinki, dia baru telat 10 menit. Aku menoleh ke kanan dan kiri. Tiba-tiba kulihat seorang yeoja sedang berlari ke tempatku berada.

“Hosh, mi-mian Jinki-sshi, aku lupa kalau kau menunggu disini, hosh-hosh,” ucapnya sambil berusaha mengatru nafasnya kembali. Aku hanya tersenyum,

“Gwenchana, ayo kita main! Kajja!” ajakku sambil menarik tangannya.

Aku melakukan banyak hal dengannya hari ini. Mulai menonton di bioskop, bermain game, menemaninya shopping, dan sekarang. Kami sedang makan ice cream. Dia terlihat lucu saat sedang memakan ice cream-nya, tak terlihat seperti seorang yeoja yang seumuran denganku. Dia lebih terlihat seperti anak kecil. Hihi

“Aish, Jinki-sshi, kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyanya.

“A-aniyo, neomu yeppeo,” ujarku.

Blush

Aku bisa merasakan wajahku memanas sekarang. Oh ! aigoo~ jantungku jadi tak karuan saat mengatakan hal itu padanya.

“Eh, Vi-,”

“Sudah kubilang aku beli rasa stroberi cepak!” ucapanku terpotong saat kudengar teriakan seorang namja.

“Stroberi itu lebih cocok untuk yeoja botak!” sanggah yeoja yang berdiri disampingnya itu.

“Mwo? Lalu kenapa kau beli rasa stroberi?! Kau kan bukan yeoja!!” umpat namja itu kesal sambil menyerobot es krim yang dipegang yeoja yang seperti namja itu.

“Sudah! Kalian lihat! Hampir semua orang menatap kita sekarang!” sergah yeoja rambut panjang lainnya.

“Sudahlah chagi, tak apa, sekali-kali kita diperhatikan semua orang,” ujar namja yang satu lagi sambil merangkul mesra yeoja yang tadi mencoba melerai pasangan aneh itu. Aku memicingkan mataku, kalau tak salah itu ..

“JONGHYUN?!” tanyaku dan yeoja yang ada dihadapanku sekarang. Aku menoleh padanya, bagaimana ia bisa mengenal Jonghyun?

“Dan Sulli plus pasangan botak cepak?” lanjutku. Key dan Amber hanya mengepalkan tangannya.

“Eh, Jinki hyung? Vico noona?” tanyanya dan sekarang dia dan 3 orang kawanannya itu menghampiri meja kami. Mwo? Vico? Kenapa dia tahu Victoria?

“Kalian sedang apa disini?” tanya Jonghyun.

“Kami sedang membeli es krim lah!” jawab Victoria.

“Bukan maksudku, kalian… pacaran?” tanya Jonghyun.

“Ti-tidak! Kami hanya bertemu saja!” jawabku gugup. Jonghyun menatapku sebentar, kemudian dia tersenyum dengan senyum devilnya.

“Sudah ya, kami pergi dulu! Selamat melanjutkan obrolan kalian!” ucap Jonghyun sambil menarik teman-temannya pergi meninggalkan aku dan Victoria.

“Eh, Victoria, kau kenal Jonghyun?” tanyaku penasaran.

“Tentu saja dia ka-,”

“Ini makanan pesanan anda tuan,” kata-kata Victoria terputus oleh suara pelayan yang mengantarkan makanan kami.

“Eh, Victoria, ada yang ingin aku bicarakan,” ucapku.

“Apa?” tanya Victoria sambil terus memakan makanan pesanan kami.

“Kau tahu? Aku suka sekali rambutmu,” ucapku. mwo?! Jinki pabbo!! Kenapa kau memakai saran Jonghyun mesum itu sih?!

“Ah ya, kemarin aku ke salon untuk merawat rambutku,” jawabnya dengan wajah polosnya.

“Bu-bukan, maksudku, aku-aku a-aku juga suka matamu,” ucapku sambil mencoba menggapai wajah Victoria. Tiba-tiba Victoria menahan tanganku,

“Jangan bilang kau akan berkata, aku menyukai hidungmu, aku menyukai…, sangat suka bibirmu yang pink dan segala macam. Jangan bilang kau akan berkata seperti itu!” bentaknya. Aku menatapnya heran, kenapa dia sudah tahu? Jangan-jangan dia sudah pernah dekat dengan Jonghyun sebelumnya!

“Jangan menganggap aku tak tahu apa-apa Jinki-sshi, tentu saja aku tahu hal ini! Kau tahu ini dari Jonghyun kan?” tanyanya sambil tertawa. Aku terbelalak, kesal sekaligus heran. Kecurigaanku padanya malah makin menjadi-jadi.

“Mwo?! Jadi kau pernah dekat dengan Jonghyun huh?” tanyaku sedikit kesal.

“Ne, tentu saja, dia ka-,”

“Kau tahu, dia itu sudah punya Sulli masih saja mau mencari yeoja lain! Kau tahu aku tak akan menyerahkanmu pada Jonghyun mesum itu!!” ucapku berapi-api.

“Maksudmu?”

“Yah! Aku tak akan membiarkan Jonghyun memilikimu! Karena hanya aku yang boleh memilikimu!” ucapku. aku sendiri kaget mendegar ucapanku yang berusan. Victoria terlihat kaget dengan apa yang kukatakan.

“M-mwo?” tanyanya masih bingung.

“Ne, Victoria! Aku menyukaimu! Aku menyukai rambutmu! Aku menyukai matamu! Aku menyukai hidungmu! Aku menyukai… menyukai… aku suka semuanya tentang dirimu! Saranghaeyo Vico-ah!Kau dengar itu? Would you be my girlfriend, princess Victoria?” tanyaku. jujur aku juga benar-benar gugup dan tak percaya aku bisa mengatakan hal ini dengan lantang pada Victoria. Yeoja yang sudah kukenal atau lebih tepatnya baru kukenal selama tiga bulan ini.

“A-aku,”

“Aku,”

“Na-nado  saranghaeyo,” ucapnya pelan. Namun bisa kudengar dengan jelas. Aku memeluknya dan mencium keningnya, lalu matanya dan kemudian hidungnya. Entah kenapa aku malah mengikuti saran gila dari si Jjong.

“Stop!” tiba-tiba Victoria melepaskan dirinya dari pelukanku.

“Wae?” tanyaku.

“Aku sudah berulang kali melihat dan mendengar Jonghyun mengatakan itu di depanku! Jinki-sshi, buatlah kata indahmu sendiri,” ucapnya.

“Ya, saranghaeyo my princess, I love you, only you, just you my princess,” ucapku. seketika itu juga aku merengkuh wajah Victoria dengan tanganku, kemudian mendekatkannya ke wajahku, sampai,

“EHEM! INI TEMPAT UMUM! EHEM!” kudengar suara yang tak asing lagi di dekatku.

“Jonghyun? Again?” tanyaku. Dia hanya nyengir.

“See, kau tak akan bisa mendapatkan Victoria, she’s mine,” ucapku. Aku merangkul Victoria erat. Anehnya seketika itu juga Jonghyun dan kawanannya tertawa terbahak-bahak. Sampai semua pengunjung kedai es krim itu menatap kami. Bahkan Victoria juga ikut tertawa.

“Ya! Kenapa sih?” tanyaku yang makin bingung. Akhirnya setelah beberapa menit mereka tertawa, suara tertawa mereka berhenti juga.

“Dia adikku Jinki-sshi,” ucap Victoria sambil masih menahan tawanya. Kontan aku pun langsung menunduk karena malu. Oh my~ kenapa aku bisa sekonyol ini sih?!

“Tapi, kok marga kalian tidak sama?” tanyaku sambil menahan malu.

“Sebenarnya dia sepupuku Jinki-sshi, aku tinggal dirumahnya selama kuliah ini. Orang tua Jonghyun juga sudah aku anggap seperti orang tuaku sendiri, mereka bahkan terkadang memperkenalkanku pada teman mereka sebagai anak mereka. Begitu pula hanya dengan Jonghyun, aku menganggapnya sebagai adikku sendiri, bahkan setiap ada acara apapun aku selalu memperkenalkannya sebagai adikku,” terangnya. Aku hanya menunduk menahan maluku.

“Jinki-sshi?” panggil Victoria. Aku menoleh, walaupun masih kesal karena tertawaan mereka.

“Princess! Sini!” panggilku.

“Hah? apa s-,” ucapan Victoria kuputus dengan mengunci mulutnya dengan bibirku. Victoria hanya diam, aku pun tahu dia pasti shock karena aku tiba-tiba menciumnya.

“Oh, nona Sulli,”

“Apa tuan Jonghyun?”

“Popo~” rengek Jonghyun manja.

“Andwe! Kau itu seperti anak kecil saja,” ujar Sulli.

“Cepak! Tutup matamu!” perintah Key.

“Hah? andwe! Kenapa?” tanya Amber kaget.

“Bodoh! Ini tayangan dibawah umur cepak! Jadi tutup matamu!”

“Hya! Botak! Kau ini menyebalkan!”

“Kau tahu cepak, bibirmu manis juga,” goda Key sambil merangkul Amber.

“KUHAJAR KAU!!” teriak Amber.

“Ya! Shut up! Kalian menganggu saja!” teriakku. Mereka langsung menatapku seolah berkata kau-mesum-juga-.

Loverhollic, Robotronic, Loverhollic, Robotronic

Kudengar ada suara ponsel seseorang. Tiba-tiba Jonghyun merogoh sakunya,

“Siapa Jjong?” tanyaku. dia hanya mengangkat bahu dan menerima telepon dari aku-tak-tahu-siapa.

“Yoboseyo?” sapa Jonghyun sambil mengerutkan keningnya.

“Siapa?” tanyaku lagi.

“Hyung, sialan kau!” geram Jonghyun.

“Hah? mwo?” tanyaku. Jonghyun mendekatiku.

“Memangnya siapa yang meneleponmu itu?” tanyaku rada takut.

“Dia? IM SONGSAENIM HYUNG!! SIALAN KAU MEMBERIKAN DIA NOMORKU HUH?! HYUNG KURANG AJAR!!” teriaknya.

“Ya! Ya! Mian Jjong! Aku terpaksa! Oh, jebal! aku terpaksa Jjong!” jawabku. Jonghyun masih mendekatiku, aku pun terpaksa lari menjauh dari Jonghyun. Wajahku bisa tidak utuh!!

“Ya! Jjong! Mianhae!! Mianhae!! Aku terpaksa! Jebal Jjong!! Hyaaa!! Tolong aku!!”

 

 

Advertisements

9 comments on “L.O.V.E YOU

  1. aihh….
    jinki belajar merayu…
    merayu kakak dari guru merayunya lagi..
    *ribet banget nulisnya

    sampe ngorbanin nope’nya si ojong pula
    hehehe_
    nice FF_^^

    salam kenal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s