Snowy Wish

Title : Snowy Wish

Author : ilmacuccha

Cast : f(x) Krystal, f(x) Victoria, SNSD Tiffany, SNSD Sunny,

Genre : Friendship

Rate : PG12

Disclaimer : Plotnya punyaku!!


Be a Good Readers Please …

Normal P.O.V

Teng-Teng-Teng

Bunyi bel yang sangat dinantikan para siswa pun akhirnya berdentang juga. Semua siswa pun segera keluar dari tempat yang mengerikan yang disebut sekolah. Begitu pula dengan seorang remaja perempuan yang terburu-buru berlari sambil menutup kepalanya dengan jaket yang dia bawa. Hampir setiap orang menertawainya, atau hanya sekedar terkekeh melihat penampilan remaja tadi. Remaja tadi pun semakin mempercepat langkahnya, dia benar-benar ingin segera keluar dari sekolah, berjalan dengan sangat cepat, dan akhirnya sampai di sebuah taman. 

Dia terduduk di sebuah ayunan yang bertengger di tengah taman itu.  Dia merapatkan tangannya ke saku skeolahnya, mendapati hanya dia yang tak memakai jaketnya di musim Korea yang benar-benar dingin ini. Dia ingin segera pulang, tapi sesuatu menghalangnya. Cuaca semakin bertambah dingin bagi remaja itu, ditambah dia hanya diam saja ketika duduk di ayunan itu. Bahkan tanpa mengayunkannya. Remaja itu menghela nafas, menengok ke kanan dan kiri. Berharap tak ada seorang pun yang mengetahui dirinya sedang berada di taman itu.

“Hhh,” desahnya. Dia mengeluarkan sebuah cermin dari sakunya, dan membuka jaket yang menutupi hampir semua kepalanya, kecuali wajah tentunya. Dia memandangi pantulan rambutnya dari cermin yang dia pegang, kemudian menggerutu pelan.

“Ouch! Rambutku!!” Serunya. Dia memegang rambutnya yang sebenarnya aneh itu. Berwarna dasar hitam, tetapi ada banyak warna yang mewarnai rambut hitamnya itu, yah, bisa dibilang rambutnya kali ini rambut pelangi.

“Bagaimana caranya agar bisa hilang?” Keluhnya sambil terus memegang rambutnya yang warna-warni itu.

“Mereka itu, aih! Kenapa tadi Mrs Kim harus pergi keluar sih? Untungnya pelajaran melukis adalah pelajaran terakhir. Tapi kenapa dia tak ingat apa yang mereka lakukan padaku saat pelajaran melukis? Ouch! Kenapa dia tak peduli dan semua tak peduli?!” Keluhnya kesal. Dia sedikit terisak, mendapati dirinya yang hanya bisa menangis saat semuanya telah terjadi.

“Kenapa mereka jahat padaku sih? Aku tahu mereka tak suka saat aku disenangi oleh guru olahraga, tapi kenapa hanya aku? Kenapa tidak orang lain?” Keluhnya sambil terus terisak.

“Oh! Krystal, malangnya dirimu? Kenapa kau tak melawan saat mereka melukis rambutmu?!” Tanyanya pada diri sendiri. Remaja yang bernama Krystal itu hanya memandang kosong taman yang tak berpenghuni itu. Yang dia lihat hanya tumpukan salju dimana-mana. Krystal mengacak rambutnya kesal, berharap cat yang hinggap di rambutnya segera hilang.

“Jika kau percaya, percayalah bahwa dalam butiran salju itu terdapat peri-peri yang bisa mengabulkan permintaanmu,”

Kata-kata itu menggema di telinga Krystal. Ucapan mitos yang diucapkan kakek kakeknya kakek dari kakek Krystal yang diceritakan oleh kakeknya itu. Dia berjongkok dan menggenggam salju dengan kedua tangannya. Tanpa basa-basi dia pun mengucapkan permintaannya.

“Aku ingin semua orang menjadi baik padaku. Kabulkanlah peri salju,” gumamnya. Dia kemudian meletakkan kembali salju itu ke tanah, dan berjalan pulang. Sambil merutuk, ‘Kenapa tadi tak meminta supaya Mom dan Dad sedang pergi keluar?’

***

“Krystal! Krystal! Ayo bangun nak,” seru seorang wanita sambil menarik-narik selimut yang menyelimuti anaknya itu. Krystal terperanjat, dia melihat ibunya yang masih bingung mendapati kelakuan anaknya itu.

“SEKARANG ADA UJIAN!!” Teriak Krystal keras. Dia segera menghambur ke kamar mandi sambil menenteng handuk yang tak lupa dibawanya. Sepuluh menit kemudian, dia sudah siap dengan segala persiapan ‘tempur’nya. Termasuk catatan kecil yang diselipkan di kaus kakinya.

“Mom! Dad! Aku berangkat!! Tak sarapan!!” Teriak Krystal sambil berlari ke halte bus dekat rumahnya. Dia kembali memegang cermin yang selalu dibawanya. Rambutnya hitam. Tanpa coretan. Oh, kemarin sungguh keajaiban! Orangtuanya sedang diluar kota ketika dia pulang!! Amazing!

Bus sekolah yang selalu berwarna kuning itu berhenti tepat di depan hidung Krystal. Dengan perasaan agak ragu, dia masuk ke bus itu dengan langkah pelan. Sambil berharap tak ada remaja berambut merah, pirang coklat, dan pirang. Dia menengok sekeliling, mencari ketiga remaja itu sambil terus berharap dalam hati mereka tidak satu bus dengannya. Sampai dengan bangku terakhir dia tak menemukan tiga remaja itu. Dia menghela nafas lega. Sampai satu tepukan mengenai pundaknya.

“Mencari kami?” Suara yang familiar itu terngiang di telinga Krystal.

“Morning, Kryssie!” Sapa remaja berambut pirang sambil tersenyum. Krystal menebak-nebak arti senyum yang dilontarkan remaja pirang itu. Kebaikan dari mereka adalah tanda keburukan dan bad day baginya.

“Kau baik-baik saja kan Kryssie?” Tanya remaja berambut merah sambil ikut tersenyum. Krystal mengambil jarak dari mereka bertiga.

“Eh, kau kenapa? Ayo kita duduk bersama!” Ajak remaja berambut pirang coklat yang tadi menyapa Krystal pertama kali. Dia menarik tangan Krystal hingga akhirnya Krystal duduk diantara mereka bertiga. Semua penumpang yang tak lain adalah teman sekelas Krystal memandang tiga remaja yang mengajak Krystal duduk bersama itu dengan heran. Pasalnya, tiga remaja itu memang sangat terkenal di sekolah mereka.

Krystal memandang tiga remaja yang kini ada disampingnya itu dengan takut-takut. Kemarin mereka melukis rambutnya, entah apa yang akan mereka lakukan hari ini. Bagaikan sebuah gunung merapi, saat ini Krystal memasang tanda waspada untuk ketiga remaja itu.

“Kau sudah sarapan Kryssie?” Tanya remaja berambut merah. Victoria. Nama yang elegan dan agung untuknya. Parasnya yang cantik dengan tinggi badan yang proporsional, menambah kecantikannya. Sayangnya kelakuannya yang menyebalkan menurut Krystal, Victoria bagaikan sebuah api terbesar diantara mereka, karena dia memang ketua genk remaja yang menamakan dirinya Pasty Girls. Popular Sweety and Beauty Girls. Cih! Nama yang menjijikan menurut Krystal.

“Jangan melamun Kryssie,” tegur wanita berambut pirang kecoklatan sambil tersenyum. Tiffany. Nama yang anggun untuk senyumannya yang menawan itu. Wajah Tiffany memang yang paling cantik diantara mereka bertiga, dia adalah tangan kanan pertama yang paling dipercayai Victoria si ketua.

“Kita hampir sampai! Nanti kita sarapan dulu ya Kryssie?” Tanya manja remaja terakhir yang berambut pirang. Sunny. Childish namun berhati iblis. Si pencetus ide di genk mereka. Si otak brilliant yang punya berbagai macam cara agar Krystal bisa dipermalukan oleh mereka. Poin penting dari mereka adalah, mereka jahat. Kecuali kelakuan mereka saat ini, sungguh berbanding terbalik dengan apa yang terjadi ketika Krystal dijahili mereka. Keajaiban. Tambahan, menurut Krystal masih lebih cantik dirinya dengan rambut hitam, kulit putih, dan tinggi. Tidak seperti Sunny yang pendek.

“Apa peri salju bekerja?” Gumam Krystal pelan.

“Heh?” Sunny menoleh pelan.

“Ah, tidak. By the way, kalian sakit?” Tanya Krystal ragu.

“Memangnya kenapa?” Tanya Victoria sambil merapikan rambut merahnya itu.

“Kok sikap kalian berbeda hari ini?” Timpal Krystal. Mereka saling menoleh satu sama lain. Kemudian tertawa pelan.

“Kita kan berteman Kryssie!!” Seru Tiffany disertai anggukan dari dua yang lainnya. Krystal terperanjat. Apa peri salju benar-benar sedang bekerja? Apa permohonannya memang berhasil? Apa mitos itu memang benar? Semua pertanyaan berkecamuk si kepala Krystal. Entah harus senang atau waspada, yang pasti sikap mereka menjadi benar-benar baik hari ini.

***

“Olahraga tadi mengasyikkan ya?!” Tanya Sunny girang. Victoria mengangguk diikuti oleh Tiffany.

“Bagaimana menurutmu Kryssie?” Tanya Sunny dengan girang seperti anak kecil.

“Seru! Aku suka sekali pelajaran basket!” Balas Krystal tak kalah riangnya. Entah kenapa Krystal merasa dia harus menerima perubahan yang terjadi pada musuh yang kini menjadi temannya itu.

“Eh, Kryssie! Nanti selepas pulang sekolah kau datang ya ke aula sekolah! Ada yang ingin kami bicarakan! Oke?” Ujar Victoria. Krystal mengangguk senang. Dia tak pernah sesenang ini dalam berteman dengan orang lain. Jika orang-orang mendengar nama Krsytal, pasti yang tertanam dibenak mereka adalah orang yang dibully oleh Pasty Girls. Tapi sekarang, jika orang-orang mendengar nama Krystal, mereka akan berkata anggota baru Pasty Girls.

“Kita duluan Kryssie!!” Seru Sunny riang. Tiffany hanya memamerkan senyumannya yang menawan pada Krystal, sedangkan Victoria hanya melambaikan tangannya pada Krystal. Krystal pun berbalik ke perpustakaan menyelesaikan tugas dar Mrs Choi akibat ketahuan mencontek. Dia kembali mengingat-ingat apa yang sudah terjadi padanya hari ini. Pasty Girls ramah padanya, mereka jadi lengket sekali padanya, dan Krystal akui dia cukup menyukai Sunny kali ini. Dia sangat ramah dan ceria, ditambah dengan wajah imutnya, membuat Sunny semakin seperti bersahabat dengannya.

“Ah! Selesai!!” Seru Krystal. Dia pun menyandang tasnya dan segera pergi ke ruang guru untuk memberikan tugasnya pada Mrs Choi. Setelah pamit dari ruang guru, walaupun tadi ditambah ceramah yang panjang oleh Mrs Choi tak membuat kesenangannya turun. Krystal berlari kecil menuju aula sekolah sambil bersenandung pelan.

“Hhh,” Krystal menghela nafas saat baru saja sampai di pintu aula. Apa yang akan terjadi di dalam sana, apa dia akan menjadi anggota Pasty Girls? Oh! Membayangkannya membuat Krystal tak sabar untuk masuk. Dia mendorong pelan pintu aula sambil berjalan pelan pula.

“Hai! Pas-,”

Byuurrr !!

Sebelum Krystal menyelesaikan sapaannya, dia sudah mendapatkan guyuran sesuatu. Di lihatnya kedepan aula berisi hampir seluruh siswa sekolahnya yang tunduk pada Pasty Girls menertawakan Krystal. Krystal menunduk, dia melihat dirinya saat ini. Basah, dan malu. Dia mencium wangi susu dari air yang ditumpahkan padanya, tapi juga ada wangi yogurt, dan cola.

“Ini dia Krystal!!!” Seru Victoria dengan memakai microphone yang diikuti tawa dari seluruh pendukungnya. Krystal hanya bisa menunduk, dan dia mengingat sesuatu.

“Jangan percaya mitos, jangan banyak berharap tanpa ada usaha Kryssie!!”

Krystal ingat ucapan ibunya. Dia menyadari harapan dari mitos tak akan mengubah mereka begitu saja! Betapa harusnya dia melawan mereka. Namun nyalinya selalu ciut. Apalagi hampir semua orangtua Pasty Girls adalah orang yang berpengaruh dalam sekolahnya, mendengarnya saja sudah membuat Krystal membayangkan hal yang menakutkan. Kali ini, Krystal hanya mematung di tempatnya, dia bergumam dalam hati dan berharap.

“Aku harap orang lain lebih kuat dan berani dibanding aku. Dan aku harap sekarang aku punya keberanian,” gumamnya. Victoria, Tiffany dan Sunny mendekati dirinya yang masih mematung di depan pintu sambil menunduk.

“Krys-,”

PLAK

Krystal tiba-tiba menampar Victoria dengan kerasnya. Semua pendukung Pasty Girls yang tadi tertawa langsung membatu. Tiffany dan Sunny mengangan tak percaya.

“Aku sudah tak tahan!! Mulai sekarang apapun yang kalian lakukan! Aku tak akan diam!!” Teriak Krystal keras. Dia sedikit meneteskan air matanya. Tiffany mendekati Krystal pelan, Krystal yang sudah siap siaga menghadapi Tiffany dengan segela keberanian langsung diam ketiak Tiffany menepuk pundaknya pelan.

“Akhirnya,” keluh Sunny.

“Aku sudah tak tahan lagi, beritahu dia Tiff!” Perintah Victoria sambil memegang pipinya yang masih panas.

“Kau jangan marah Kryssie, sebenarnya ini perintah dari Jessica. Kakakmu itu. Dia bahkan menyuruh semua orang di sekolah ini agar tak peduli padamu, dia ingin melihat seberapa besar keberanianmu dan kesabaranmu menghadapi hal ini. Aku pun sebenarnya tak tega melukis rambutmu kemarin, tapi ini perintahnya! Jika tidak, Jessica akan melaporkan pada ayah kami kalau kami sudah menghabiskan uang ayahnya Victoria untuk belanja.” Terang Tiffany. ‘Heh? Jessica? Kakaknya yang sudah setahun tak pulang itu adalah dalang dari semua ini? Sialan!!’ Umpat Krystal dalam hati.

“Mengingatnya saja sudah membuatku merinding, kau tahu? Aura kakakmu itu menakutkan!” Seru Victoria. Diikuti anggukan dari Tiffany dan Sunny.

“Jadi? Kita berteman?” Tanya Sunny sambil mengulurkan tangannya. Krystal menyambutnya dengan senang hati.

“Tentu saja! tapi aku harus balas dendam pada Jessica!” Balas Krystal. Pasty Girl tertawa, dan menepuk peundak Krystal pelan. Krystal masih terharu, ditambah dengan pendukung Pasty Girls yang tiba-tiba menyanyikan lagu ulang tahun untuknya.

‘Oh! Mereka ingat hari ulang tahunku!!’ Batin Krystal. Victoria pun mengambil kue tart yang sudah disiapkan untuk Krystal.

“Make a wish!!” Seru Sunny. Krystal terdiam, menunduk lalu meniup lilin yang terukir 16 itu sampai mati. Dia pun memotong kuenya lalu tiba-tiba melemparnya ke wajah Sunny.

“Kena kau!” Teriak Krystal. Mereka pun tertawa, perang lempar kue pun dimulai. Krystal memandang Victoria, Tiffany, dan Sunny. Mereka adalah temannya sekarang, harapan itu terkabul, tapi itu adalah usahaku. Krystal kembali mengingat harapannya sebelum meniup lilin.

“Aku harap itu terkabul,” gumamnya. Dia pun melanjutkan pesta yang sudah disiapkan teman-temannya. Dan, ah ya! Lencana anggota Pasty Girls! Dia juga akan mendapatkannya!!

“Aku harap semua yang selalu di tindas mempunyai keberanian untuk melawan, tak hanya berharap dan membayangkan,”

Snowy Wish Status : END

Annyeong~!!

saya kembali dengan FF aneh lagi..

Sebenernya FF ini aku buat untuk TUGAS SEKOLAH!! Haha, tapi malah nyasar disini!! #plak

HEHE

Sperti biasa KASIH SARAN YANG MEMBANGUN!!!

ARA??

See You On Next Fanfiction

Don’t Be Silent Readers Please…

Advertisements

One comment on “Snowy Wish

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s