Don’t Touch Her!

Title : Don’t Touch Her!

Author : ilmacuccha

Cast : SHINee Kim Jonghyun, SHINee Kim Kibum a.k.a Key, f(x) Amber

Genre : Family, Friendship, Fluff/Romance

Rate : PG13

Length : Oneshoot

Poster and Thanks To : Fai ShinLee Kevin

Disclaimer : Plotnya punyaku!! Jonghyun juga,, Hehe


Be a Good Readers Please …

It’s Not For SILENT READERS!!!

Normal P.O.V

BRUGH

Seorang pria kini menghantam pria dihadapannya ke tembok dengan kasar. Sembari menarik kerah pria yang ada dihadapannya itu, dia memandang pria yang hampir dihajar olehnya itu dengan tatapan tajam. Si pria yang tadi dihantam itu hanya diam, entah takut atau tak peduli, yang jelas terlihat gurat kegalauan dari wajahnya. Tetapi dia bisa mengetahui siapa pria yang sedang marah padanya itu.  Continue reading

So Far

Title : So Far

Author : ilmacuccha

Cast : YOU, SHINee, f(x) Amber

Genre : Not Sure

Rate : G

Length : Drabble ?

Disclaimer : Plotnya punyaku!!

Please Leave a Comment

Baca = HARUS KOMEN

YOUR P.O.V

“Lee Jinki!! Kim Jonghyun!! Kim Kibum!! Choi Minho!! Lee Taemin!! SHINee!!” Suara gemuruh terus saja terdengar menggema di Seoul dimana Boyband bernama SHINee sedang menggelar konser tunggal untuk pertama kalinya. Para fans yang disebut SHINee World itu terus saja meneriakkan nama bias mereka masing-masing, termasuk aku.  Continue reading

Teardrops

Title : Teardrops

Author : ilmacuccha

Cast : YOU as Shin _______ (free to replace your name here), SHINee Lee Taemin, SHINee Choi Minho

Support Cast : Other SHINee’s member, f(x) Choi Sulli, f(x) Amber, f(x) Krystal

Genre : romance, AU

Rating : PG12

Disclaimer : plotnya punya saya !! SHINee juga punya saya !! hehe

Be a Good Readers Please…

YOUR P.O.V

“Hujan merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi sendiri dapat berwujud padat misalnya salju dan hujan es atau aerosol seperti embun dan kabut. Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut menguap, berubah menjadi awan, dan …..” Aku hanya diam mendengarkan Sulli sedang menjelaskan tentang hujan. Shit! Kenapa harus hujan?! Kalau bisa, aku ingin berteriak menyuruh dia berhenti berbicara tentang hujan. Sayangnya, aku tak bisa dan tak mungkin aku melakukannya, apalagi dengan Kim songsaenim yang mengawasi setiap murid. Aku pasti langsung lenyap dari bumi kalau sampai mengatakan yang ada dipikiranku.

Hujan. Kau pasti biasa saja saat mendengar kata itu, tapi bagiku hujan adalah hal sangat kubenci seperti aku membenci dan mencintai namja itu. Hujan selalu mengingatkan aku semua tentang namja itu. Hujan selalu mengingatkan aku tentang kejadian itu.

“Biasanya hujan memiliki kadar asam pH 6. Air hujan dengan pH di bawah 5,6 ….”

Sulli masih mempersentasikan tentang hujannya. Dan aku masih terdiam, mencoba mendengarkan walaupun hatiku terasa perih saat mendengar kata hujan. Bagimu mungkin aku terlalu berlebihan, tapi itulah yang kurasakan. Aku benci hujan!

-Flashback-

“mianhae, mianhae _______-ah,”

“kenapa oppa? Kau tega sekali,”

“aku tidak bisa _______, aku menyukaimu tapi sebatas sebagai saudara,”

“tapi oppa, aku mencintaimu,” ujarku. Tak terasa badanku sudah basah terguyur air hujan yang sedari tadi turun ke bumi. Seolah ikut menangis,langit kembali menurunkan pasukan airnya yang tak terhitung itu.

“mianhae _______, mianhae,”

-Flashback end-

Damn! Aku memegang kepalaku dan megacak rambutku pelan. Kenapa? Suaranya yang lembut saat meninggalkanku itu selalu terngiang-ngiang di kepalaku? Kenapa? Oh, Tuhan! Jangan biarkan seperti ini! Ini terlalu sakit untuk hatiku Tuhan!

“ehem, _______! Kau kenapa?” tanya Kim songsaenim. Aku terkesiap, melihat Kim songsaenim dan teman-temanku sedang melihatku dengan tatapan aneh.

“ah, a-aniyo songsaenim, gwenchana, silahkan lanjutkan saja,” jawabku sambil menunduk. Kim songsaenim mengangguk kemudian menyuruh Sulli melanjutkan persentasinya.

Aku hanya menunduk kembali, kali ini aku menelungkupkan kepalaku di atas meja dan menutupi wajahku dengan kedua tanganku. Akus sungguh kacau hari ini!

“_______, gwenchanayo?” bisik Taemin yang kebetulan duduk di sebelahku.

“gwenchana,” balasku tanpa menoleh sedikit pun pada namja itu.

“jeongmal? Tapi tadi ka-,” ucapan Taemin terputus saat aku merasakan aura aneh sedang menatap kami –lebih tepatnya Taemin- dengan tatapan geram. Taemin hanya tersenyum kemudian kembali memperhatikan Sulli.

“kita bicara nanti _______,” bisik Taemin lagi.

Setelah bisikan itu, dia tak berbicara apapun sampai ocehan Sooyeon soal hujan berkahir.

**

“_______! Tadi kau kenapa?” tanya Sulli saat pelajaran Geografi Kim songsaenim berakhir.

“a-aniyo,” jawabku malas.

“ya! _______! Gwenchanayo?” lanjut Taemin sambil menghampiriku. Ini sudah kedua kalinya dia menanyakan hal itu.

“gwenchana!” jawabku setengah berteriak.

“jeongmal? Tapi tadi aku lihat kau, err-,” ucapan Taemin berhenti. Dia melirik Sulli sebentar kemudian menatapku dengan tatapan yang sepertinya khawatir.

“kau menagis tadi,” terang Sulli. Aku membelalakkan mataku.

“mwo?! Menangis? Aku tak menangis tadi,” bantahku.

“tapi tadi, sangat jelas kalau kau mengeluarkan air matamu, kau membuat persentasiku sedikit gagal karena aku khawatir _______-ah!” tutur Sulli.

“ya,kau menangis tadi _______, masa kau tak menyadarinya?” tanya Taemin.

“molla, aku lupa,” jawabku.

“hei, aku tak bermaksud menyinggung perasaanmu,” ujar Sulli.

“maksudmu?” tanyaku heran.

“ya,aku tahu kau itu err- ya, tidak suka hujan, jadi aku merasa tadi kau menangis karena aku mengoceh soal hujan,” jelas Sulli. Taemin hanya memandangku masih dengan tatapan khawatirnya.

“aniyo! Kau tak salah Soojung-ah! Yang salah itu Mi-,” aku memutuskan kata-kataku. DEG. Jantungku seolah berpacu lebih cepat saat hendak menyebutkan nama namja yang membuatku tak suka hujan itu.

“Minho kan?” tebak Taemin.

“TAEMIN!! SHIT! Jangan sebut dia didepan _______ bodoh!!” umpat Sulli sambil menjitak Taemin.

“gwenchana, lagipula dia-,”

“berhentilah memikirkan dia!” teriak Taemin.

“tapi aku tak bisa!” jawabku.

“sebegitu pentingkah namja yang bernama Minho itu huh?!” balasnya. Kontan aku tak dapat menahan air mataku lagi. Aku menangis lagi untuk kesekian kalinya untuk Minho.

“TAEMIN!! See!! Ini ulahmu bodoh!!” umpat Sulli sambil mencoba menenangkanku.

“shut up! Sulli! Aku hanya tak ingin dia terus terlarut dalam kesedihannya! Ini sudah hampir sebulan Sulli! Kau masih ingin membela _______?! _______! Kau harus bangkit! Jangan seperti ini! Kau maskin membuatku khawatir bodoh!” gerutu Taemin. Aku mengusap air mataku. Taemin benar, aku hanya terus terlarut dalam kesedihanku, tanpa mengetetahui kalau Sulli dan Taemin mengkhawatirkanku.

“Ugh!! TAEMIN PABO!!” umpat Sulli.

“ssht! Sulli berhentilah berteriak! Taemin benar, tapi aku hanya sedang butuh waktu untuk sendiri, aku harap kalian mengerti,” ucapku.

“geurae, kau tenangkanlah pikiranmu! Dan Taemin! Ikut aku bodoh!” ujar Sulli ambil menggusur Taemin.

“hhhhh,” aku menghela nafas.

“apa disini ada _______?” tanya seseorang dari dekat pintu kelasku. Aku menoleh.

“Key oppa!!” teriakku. Aku berlari kearahnya kemudian memeluknya erat.

“hei, what’s wrong with you my lovely saengie?” tanya Key oppa sambil mengelus rambutku.

“oppa, Amber unnie mana? Kau tak bersamanya?” tanyaku.

“aniyo!! Annyeong _______-ah!!” teriak Amber dari belakang Jonghyun.

“aigoo unnie! Kau mengagetkanku saja! Sejak kapan kau ada disana unnie?” tanyaku. Amber unnie cengengesan.

“sejak si botak menyapamu!” jawabnya sambil menempatkan tangannya di kepala Key oppa. Omo! Jadi dia melihatku memeluk Key oppa? Aigoo~ malunya aku.

“so, what’s wrong with you saengie?” tanya Key oppa. Aku menunduk.

“Minho lagi ya?” tanya Amber unnie. Aku mengangguk lemah.

“Taemin menyuruhku melupakan Minho oppa,” ujarku lesu. Key oppa dan Amber unnie berpandangan, lalu mereka terlihat berpikir.

“itu hak-mu, tapi Taemin memang ben-, hey! Kau mengcopy kata-kataku!!” ucap Key oppa dan Amber unnie berbarengan. Aku yang melihatnya jadi terkikik geli. Masa mereka bisa berkata sesuatu dengan sama tanpa ada yang berbeda satu tanda baca pun?

“kau yang mengcopy-ku botak!” umpat Amber unnie.

“kau yang mengcopy cepak!” balas Key oppa. Aduh, mereka serasi sekali. Tanpa sadar aku malah tertawa keras melihat tingkah mereka.

“hahahahahahahaha!” Key oppa dan Amber unnie melihatku dan tersenyum.

“tuh kan, kau lebih cantik kalau sedang tertawa _______-ah!” ujar Amber unnie. Key oppa hanya mengangguk. Omo! Jadi mereka …. Menghiburku??

“oppa, unnie, gomawo,” ucapku sambil merangkul mereka berdua. Mereka membalas pelukanku.

“aku akan berusaha yang terbaik oppa, unnie!” ucapku.

“ya! Hwaiting!” ujar mereka berbarengan lagi.

“aigoo~, oppa dan unnie serasi sekali,” godaku.

“ANIYO!” teriak mereka berbarengan (lagi). aku tertawa.

“kalian beda dengan Jonghyun oppa dan Luna unnie ya?” tanyaku. ya, Jonghyun-Luna cukup terkenal di kalangan anak kelas 1.

“tentu saja! Mereka itu sangat vulgar! Atau kau ingin aku seperti itu chagi?” ujar Key oppa sambil memegang dagu Amber unnie.

“yaks! Menjijikan!” ucap Amber unnie sambil menghardik tangan Key oppa.

“sudah ya _______-ah, kita kembali ke kelas dulu! Jangan sampai cemberut lagi ya?” ujar Amber unnie.

“ya! Jangan lupa, kau harus memutuskan yang terbaik untukmu dan teman-temanmu _______!” lanjut Key oppa. Aku mengangguk, dan berpikir. Apa yang harus kulakukan?

**

Drrtt… drrttt..

Ponselku bergetar. Satu pesan masuk. Aku mengambil ponselku yang kini sedang tergeletak di atas tempat tidurku.

From: Minho oppa >.<

Annyeong _______-ah, bagaimana kabarmu? Kau jadi jarang datang ke kelasku kali ini. Kau masih marah ya? Aku tak bermaksud seperti itu _______, aku ingin mengajakmu jalan-jalan hari Minggu besok jam 9, aku akan menjemputmu, aku harap kau bisa, jangan memikirkan aku terus ya? Tadi Key lapor padaku, haha! Kalau begitu aku tunggu kau di kedai es krim yang biasa kita bertemu.. aku mengharapkan kehadiranmu _______-ah..

Aku mengernyitkan dahiku. Minho oppa ingin bertemu denganku? Tapi hatiku cukup terobati saat membaca pesan dari Minho oppa.

To: Minho oppa >.<

Ne, aku akan datang… ^.^

Aku menekan tombol sent dengan semangat. Ah~ rasanya aku ingin cepat-cepat besok. Haha

Drrt… drrt…

Ah! Mungkin balasan dari Minho oppa! Aku segera meraih ponselku dan membuka pesan yang masuk di ponselku.

“mwo? Taemin?” ujarku. Aku pun membuka pesan dari namja cungkring itu.

From: Tae-minnie mouse

Ya! _______! Besok aku akan menunggumu di taman biasa jam 9, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan, kau harus datang ara? Aku tak menerima penolakan!

Mwo? Besok? Jam 9? Tapi aku kan akan bertemu Minho oppa! Mana aku sudah berkata akan datang lagi! aigoo~

To: Tae-minnie mouse

Mwo? Besok? Aku tak bisa Taem! Kenapa tak di sekolah saja? Aku benar-benar tak bisa, mianhae..

Drrttt… drrttt…

Balasan dari Taemin langsung muncul ketika aku baru saja mengirimkan balasanku.

From: Tae-minnie mouse

Aniyo! Aku tak menerima penolakan ara? Kau harus datang! Karena aku akan menunggumu sampai kau datang!

Aigoo~ namja ini keras kepala sekali. Aku pun mengetikkan balasan untuk Taemin.

To: Tae-minnie mouse

Aku bisa hari apa saja, asal jangan besok!

Drrttt… Drrttt…

From: Tae-minnie mouse

No! no! sudah kubilang aku tak menerima penolakan!

Aku mengerang. Namja ini keras kepala sangat!!

To: Tae-minnie mouse

Terserahlah, yang pasti aku tak bisa datang.

Sesudah mengirimkan pesan itu aku pun langsung tertidur .

 

Keesokan harinya …..

 

Aku menatap diriku di cermin. Omo! Aku merasa ada yang aneh pada diriku. Aku berdandan, hanya untuk menemui Minho oppa? Aigoo~ aku pun sudah setia menunggu bel rumahku berbunyi dari ruang tengah.

“kau mau kemana _______?” tanya Hyerim unnie.

“a-aniyo, aku mau jalan dengan teman-temanku unnie,” jawabku. Hyerim unnie pun mengangguk dan segera kembali ke dapur.

Teng-Teng

“ah! Minho oppa!” teriakku. Aku segera berlari kearah pintu dan langsung membuka pintu,

“Minh- Sulli?” seruku kaget. Dia tersenyum kecil. Aku pun kemudian menyuruhnya masuk.

“kau mau kemana _______?” tanya Sulli. Aku hanya mempersilahkannya duduk.

“jangan bilang kau akan pergi bersama Minho,” ucapnya.

“sayangnya tebakanmu benar,” jawabku. Mata Sulli membelalak,

“kau?! Bukankah Taemin memintamu datang?” tanya Sulli.

“darimana kau tahu Taemin memintaku datang? Dan bagaimana kau tahu aku akan pergi bersama Minho oppa?” selidikku.

“itu rahasia. Kau tahu kau akan menyesal kalau kau tak datang menemui Taemin _______!” ancam Sulli.

Teng-Teng

“itu pasti Minho oppa!” seruku. Sulli hanya menggelengkan kepalanya.

“mianhae Ji-ah, tapi aku ingin bersama Minho oppa,” ujarku sambil meninggalkan Sulli di ruang tengahku.

 

Taemin P.O.V

 

“ahh, akhirnya selesai juga,” ujarku. Aku memandangi pinggir danau yang sudah kuhias sekarang.

“jam 08.45, sepertinya aku terlalu cepat,” gumamku. Aku pun membereskan peralatan yang kugunakan untuk menghias tempat ini. Ini semua karena _______. Tapi ini juga berkat Sulli, dia menyemangatiku dan member saran seperti ini.

Aku pun memutuskan untuk duduk dan menunggu kedatangan ______. aku merogoh ponselku dan mengetikkan sesuatu pada _______.

To: spring princess

Ya, aku sudah menunggumu. Kau datang ya, ada kejutan untukmu! Kutunggu kau disini,

Yah, walaupun sebenarnya aku ragu kalau _______ datang. Dia kemarin bersikeras tidak akan datang, aku harap pikirannya berubah. Aku terus menunggu sambil duduk, terkadang aku berdiri dan berjalan-jalan sebentar. Oh! Ini sudah lebih satu jam dari perjanjian. _______ datanglah!

Aku mulai melirik jam tanganku cemas. Disana terpampang dengan jelas angka 12.35. aigoo~ ini sudah lewat hampir lima jam dari perjanjian! Aku semakin tidak yakin kalau _______ akan datang. Tiba-tiba aku merasakan ponselku bergetar.

“Sulli?” aku pun segera menerima telepon dari yeoja itu.

“yobo-,”

“YA! KAU KEMANA SAJA! KENAPA TAK MENGANGKAT TELEPON DARIKU HUH?!” teriak Sulli. Aku menjauhkan ujung telepon dari telingaku.

“Ya!! Jangan berteriak saat menelepon bodoh!! Memangnya kau sudah meneleponku dari kapan sih?!” tanyaku gusar.

“aku meneleponmu dari jam sepuluh pabo!! JAM SEPULUH!!” teriaknya lagi.

“MWO?! JAM SEPULUH?!” teriakku. Dan sekarang sudah hampir jam satu!

“lalu kenapa kau tak datang kesini saja huh? Kau kan tahu tempat aku berada sekarang?!” seruku.

“pabo! Kalau aku bisa sih aku juga akan segera datang! Aku sedang membuntuti _______ dan Minho! Awalnya aku ingin memberitahumu kalau _______ tak akan datang! Dia sedang jalan dengan Minho!” balasnya.

“mwo? Minho?! Kau dimana aku kesana sekarang!!” teriakku. Setelah Sulli memberitahukan tempat dia berada aku segera meninggalkan taman yang seharusnya menjadi acaraku dengan _______. Kenapa kau masih memikirkan Minho sih?! Gerutuku dalam hati.

**

Ckiiiitttt

Kuberhentikan motorku di depan sebuah kedai es krim. Aku pun melenggang masuk untuk mencari si Sulli.

“Min-ah! Sini!” panggil seorang yeoja dengan kacamata tebalnya.

“Ji-ah?” tanyaku sambil menghampiri yeoja itu. Aku duduk disampingnya. Dia terlihat sedang memperhatikan sesuatu.

“ya! Kenapa kau berdandan seperti ini sih? Aneh,” gumamku. Dia menoleh sebentar.

“sshht, shut up boy! Ini supaya tidak ketahuan bodoh!” serunya. Aku pun hanya membulatkan mulutku.

“mana _______?” tanyaku. Sulli menunjuk kearah bangku yang berada dekat jendela, jaraknya dengan meja yang kutempati terpaut dengan kira-kira lima sampai enam meja. Kudapati seorang yeoja dan namja sedang asyik bercanda ria sambil memakan es krim.

“itu _______? Dengan Minho?” tanyaku. Sulli hanya mengangguk.

“sudahlah, perhatikan saja! Jangan banyak bertanya!” gerutu Sulli. Aku pun mengikuti Sulli dan memperhatikan _______ dan Minho. Sampai saat ini tak ada apapun yang terjadi, walaupun membuat hatiku panas. Tiba-tiba seorang yeoja datang ke meja _______ dan Minho dan menggebrak meja kemudian menunjuk-nunjuk _______ seperti kesal dan marah pada _______.

“sial!” umpatku.

 

YOUR P.O.V

 

“oppa, kau masih ingat aku suka es krim coklat?” tanyaku. Minho oppa mengangguk.

“tentu saja, mana mungkin aku lupa,” jawabnya sambil mengacak rambutku pelan. Aku tersenyum. Kami pun mengobrol tentang apa saja, seolah-olah tak ada yang terjadi diantara kami sampai kemarin. Ketika kami sedang mengobrol tiba-tiba seorang yeoja datang dan menggebrak meja kami.

“OPPA! Jadi kau membatalkan acara denganku hanya UNTUK YEOJA INI?!” tanyanya kesal sambil menunjuk-nunjuk diriku.

“ya! Krystal! Kau  jangan seperti itu pada _______!” balas Minho oppa.

“oh, jadi kau lebih memilih yeoja ini daripada aku HUH?!” tanyanya sambil bersiap melayangkan tangannya ke pipiku.

“JANGAN BERANI MENYENTUH _______!” teriak seorang namja dari belakangku. Aku terbelalak.

“Taemin?” ujarku.

“Kau siapa HUH?!” tanya yeoja yang tadi dipanggil Krystal oleh Minho oppa itu. Taemin mengerang. Dia menubruk Krystal dan segera menuju Minho oppa. Kemudian dia mengangkat kerah baju Minho oppa.

“KAU!! JANGAN SEKALI-KALI LAGI MEMBUAT _______ MENANGIS !! KAU ITU- KAU!! ARGH!!” teriak Taemin sambil menimpakan bogem mentahnya di pipi mulus Minho.

“OPPA!!” teriakku dan Krystal berbarengan. Aku mendekati Taemin dan menariknya dari Minho.

“ya! Taemin! Apa yang kau lakukan huh?!” seruku.

“kau pikir APA?! Sudah kubilang aku menunggumu bodoh!!” jawabnya.

“m-mwo? Ja-jadi kau menungguku?” tanyaku ragu. Oh! Dia tak bodoh kan? Mana mungkin dia masih menungguku padahal aku sudah bilang tak bisa datang?

“ne, aku menunggmu! Dari jam delapan sampai aku datang kesini!” jawabnya. Aku hanya terdiam sementara Krystal masih memaki Taemin tak jelas.

“ya! Shut up!! Kau itu menyebalkan tahu!! Oppa, aku mohon bawa dia pergi!” seruku pada Minho oppa. Minho oppa menyeret Krystal melewatiku.

“hei, hwaiting saengie!!” ujarnya saat melewatiku.

“ya! Kau itu! Bukannya minta maaf kek sudah membuatku menunggumu,” gerutu Taemin sambil mengerucutkan bibirnya.

“mi-mianhae,” ujarku. Taemin kemudian menarikku ke pelukannya. Dia mengelus dan mencium puncak rambutku pelan.

“saranghaeyo _______,” bisik Taemin di telingaku. Aku terkesiap,

“m-mwo?” tanyaku gugup. Taemin kemudian menarikku kembali ke dekatnya, dia merengkuh wajahku dengan kedua tangannya kemudian mengecup keningku pelan.

“saranghae, apa kau tak bisa mendengar?” ucapnya.

“m-mwo?” tanyaku lagi. Jujur aku masih shock mendengar pengakuan dari Taemin. Masih dengan tangannya yang merengkuh wajahku dia mengecup mataku.

“ya! Aku bilang saranghaeyo! Sejak kapan kau jadi tuli _______?” ujarnya. Aku tertawa.

“EHEM!!” deheman seseorang dari belakangku.

“Ji-ah?” tanya Taemin.

“kalau kalian ingin bermesraan sebaiknya jangan disini! Kalian lihat, semua mata tertuju pada kalian pabo!” ucapnya setengah berbisik. Aku dan Taemin tertawa pelan. Dia kemudian menarik tanganku dan merangkul pundakku.

“ayo chagi!” teriaknya. Aku mencoba melepaskan genggamannya, sampai akhirnya di luar kedai ini aku berhasil melepaskan genggaman tangan Taemin.

“ya! Sejak kapan aku membolehkanmu memanggilku ‘chagi’?” seruku.

“sejak tadi,” jawabnya polos.

“tapi aku kan tak berkata ‘nado saranghaeyo’,” ketusku. Taemin tertawa,

“tadi kau mengatakannya chagi, jadi sekarang aku akan memanggilmu chagi,” ujarnya.

“no! no!” bantahku.

“apa lagi chagi?” tanyanya mulai kesal.

“kau yakin aku mencintaimu?” tanyaku. Taemin memegang dagunya seolah berpikir.

“ne, tentu saja,” jawabnya yakin.

“bagaimana kau tahu?” tanyaku. Jujur, membuat bête seorang Taemin memang seru.

“ya, aku tahu saja,” jawabnya mulai menampakkan kekesalannya.

“bagaimana kalau aku bilang aku tidak mencintaimu?” tanyaku mulai mengujinya.

“bilang saja, lagipula itu kalau bagaimana? Belum tentu kau akan mengatakannya kan?” jawabnya cukup ketus.

“lalu, bagaimana caramu agar menyakinkan kalau aku mencintaimu?” tanyaku. tiba-tiba Taemin mendekatkan wajahnya padaku dan menyentuhkan bibirnya di bibirku. Aku masih terdiam, tak tahu apa yang harus kulakukan, tapi jujur aku merasa ada debaran aneh saat Taemin selalu ada di dekatku. Dan kali ini dia menciumku, apakah aku harus senang? Atau aku harus menamparnya karena menciumku? Aku berpikir, sepertinya aku memilih pilihan yang pertama, haha. Taemin masih mencium bibirku, sampai beberapa detik kemudian dia melepaskan ciumannya.

“itu tanda kau mencintaiku,” ujarnya.

“nado saranghaeyo Taemin-ah,” ujarku.

“ya, ya, aku tahu,”

Teardrops status : END

Buat pengunjung setia Blog ini, apalagi yang suka komen~

Be a Good Readers Oke~!!

L.O.V.E YOU

Title : L.O.V.E YOU

Author : ilmacuccha

Cast : SHINee Lee Jinki a.k.a Onew, f(x) Victoria

Support Cast : SHINee Kim Jonghyun, f(x) Choi Sulli, SHINee Key, f(x) Amber

Genre : romance, comedy 0,001%, AU

Rating : PG13

Disclaimer : plotnya punyaku, Jonghyun juga punyaku, Victoria itu eonni aku, Sulli itu bestfriend aku, kalo Onew oppa itu ya oppa aku. Jadi intinya semua cast-nya punya aku. Haha #evillaugh

NB : anggap aja sekolah sama Universitas disini lokasinya sama ya… Ini sekuel dari Horoscope Couple.

NOT FOR SILENT READERS

Be a Good Readers please …

Continue reading

Love Since I Love You

Title : Love Since I Love You

Author : ilmacuccha

Cast : SHINee Key, f(x) Amber, Kim Seunghyun (OCs)

Other Cast : f(x) Choi Sulli, SHINee Kim Jonghyun, Lee Donghae Super Junior (figuran)

Genre : romantic, AU

Disclaimer : plotnya punya saya, Jonghyun punya saya, sisanya diobral #plak

NB : hello-hello, hehe, eh pertama mian kalo judulnya gak cocok ma ceritanya, abis ni juga judulnya ngarang, hehe. Oh ya jangan ada SILENT READERS ya!! If you SIDERS ! YOU BETTER RUN !!

 

NOT FOR SILENT READERS

Continue reading

Horoscope Couple

 

Title : Horoscope Couple

Author : ilmacuccha

Cast : SHINee Kim Jonghyun, f(x) Choi Sulli, f(x) Amber, f(x) Krystal, SHINee Key

Genre : Romantic, AU

Rate : PG 13

Disclaimer : plot punyaku, begitu pula dengan Jonghyun #plak, sisanya punya orang tua masing-masing.

NB : Kim Jonghyun – 08 April (Aries), Choi Sulli – 29 Maret (Aries), Amber Liu – 18 Sept (Virgo), Krystal Jung – 24 Okt (Scorpio), Key – 23 Sept (Libra)

 

NOT FOR SILENT READERS !!

Continue reading